Suara.com - Pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan menjadi sangat penting di era teknologi infomasi seperti saat ini. Pengetahuan ini tidak hanya dirasa perlu bagi masyarakat di usia kerja, tetapi juga harus ditanamkan sejak bangku sekolah.
Hal inilah yang menjadi dasar berdirinya Kodecoon Academy, lembaga yang mengajar pengetahuan tentang coding dan kursus terkait teknologi lainnya kepada anak-anak dan remaja berusia 4-16 tahun. Kodecoon Academy ingin mengenalkan siswa ke kurikulum progresif yang dapat melengkapi pengetahuan mereka terkait pemrograman dari block-based programming to type-based programming dan aplikasi di dunia nyata.
"(Kami) Memulai Kodecoon karena saat itu, Singapura ingin menjadi negara yang cerdas tetapi ketika kami melihat sistem pendidikannya, ada sesuatu yang kurang di mana siswa tidak dibekali dengan literasi digital yang tepat. Demikian pula sekarang ketika tuntutan akan Smart City (kota pintar) meningkat di era digital, siswa perlu dilengkapi dengan keterampilan yang tepat untuk menjadi pembuat teknologi dan bukan hanya sekadar konsumen," kata Director Kodecoon Academy, Deddy Setiadi.
Dalam mempelajari coding, Kodecoon Academy mengusung metode SPEAR, yaitu S untuk Self- Directed Learning; P untuk Perseverance, not Perfection; E untuk Embrace Questioning; A untuk Attitude over Intelligence; dan R untuk Real World Application.
"Kami datang dengan pedagogi SPEAR untuk membangun pola pikir siswa dalam mempelajari sistem pemrograman," ungkap dia.
Lewat Kodecoon Academy, Deddy Setiadi ingin membuat coding bukan hanya sebagai mata pelajaran tetapi mendorong siswa untuk berkompetisi dalam Kode It Sparkies hackathon, berpartisipasi dalam MIT Appathon dan kurasi program khusus seperti Maker Technopreneurship Programme dan banyak lainnya program khusus untuk membuat siswa mampu menerapkan pengetahuannya terkait teknologi.
Selain belajar, Kodecoon Academy juga mengajak siswa untuk terlibat dalam program magang dengan membantu siswa lain dan berkontribusi dengan membimbing junior mereka dalam mempelajari pemrograman mereka sendiri. Hal ini akan memberikan siswa pengalaman sekilas tentang dunia kerja.
Program pembelajaran Kodecoon Academy bersifat modular, di mana setiap modul terdiri dari 12 pelajaran dengan durasi 2 jam per pelajaran. Kodecoon Academy berfokus pada anak dan remaja berusia 4-16 tahun yang berpikiran terbuka untuk belajar.
"Kami telah menyusun kurikulum progresif mulai dari Scratch, App,Web dan Python (4 level), 8 kursus, 20 modul untuk kelas reguler. Kami juga menawarkan kamp liburan dan program khusus," ungkap Deddy Setiadi.
Baca Juga: Cara Mengenalkan Anak dengan Coding, Dapat Berawal Dari Mainan Sederhana
Sadar jika pengetahuan terkait coding dan teknologi akan semakin dibutuhkan di masa depan, Kodecoon Academy pun ingin memberikan pembelajaran yang lebih luas bagi para siswa di Indonesia. Selama 2 tahun terakhir, Kodecoon Academy telah mengajar banyak siswa Indonesia untuk kelas online.
Deddy Setiadi melihat Indonesia merupakan pasar yang besar. Melihat potensi besar tersebut, Kodecoon Academy pun ingin membuka pusat pembelajaran di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan bahkan Bali. Terlebih Indonesia sendiri bukan negara yang asing bagi Deddy Setiadi.
"Saya orang Indonesia yang lahir di Indonesia, memulai pendidikan saya di Indonesia sebelum pindah ke Singapura pada usia 10 tahun. Saya melihat perbedaan besar dalam cara pelajaran diajarkan di Indonesia dan Singapura. Pergi ke Indonesia terasa seperti 'pulang kampung' tapi niatnya benar- benar untuk mengangkat generasi penerus generasi muda Alpha di Indonesia untuk tidak sekedar mengkonsumsi teknologi tetapi untuk mempelajari keterampilan menjadi produsen teknologi untuk membuat dampak dalam masyarakat," jelasnya.
Kodecoon akan meramaikan Kiddofest 2022 pada 10-13 November 2022 mendatang di Pluit Village, Jakarta Utara. Kiddofest merupakan festival anak dan keluarga tahunan persembahan dari Kiddo.id yang telah digelar sejak tahun 2018 bertujuan untuk menciptakan momen berharga bagi keluarga lewat berbagai kegiatan menarik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence