Suara.com - Bosan menghabiskan akhir pekan hanya dengan bermain gadget? Banyak alternatif permainan interaksi yang akan membawa kita bernostalgia seperti permainan ular tangga, monopoli, congklak. Seiring berjalannya waktu dan teknologi,permainan tersebut semakin berkembang dan banyak ragam. Perlu untuk kamu coba menghabiskan di akhir pekanmu dengan memainkannya. Permainan ini dapat kamu lakukan baik bersama dengan sahabat, rekan kerja, pasangan, keluarga hingga komunitas.
Akhir pekan lalu tepatnya pada 11-13 November 2022 Jakarta Tabletop Expo (JTE) 2022 berhasil mempertemukan dan menyatukan lebih dari 1.000 pemain, 37 komunitas, 8 kreator lokal, publisher, dan distributor tabletop games di Indonesia. Acara ini berkolaborasi dengan Mal Taman Anggrek yang mendukung kegiatan komunitas untuk menyalurkan hobi, minat dan memberikan inspirasi untuk mengisi waktu akhir pekan yang salah satunya tabletop games. Pengunjung tidak perlu bingung jika belum paham cara bermainnya karena ada game master yang akan memberikan rekomendasi serta cara bermainnya.
Pengunjung dapat memilih permainan yang ingin dimainkan dari 200 lebih pilihan game yang merupakan kolaborasi antara JTE dengan distributor Nirwana Games serta keikutsertaan beberapa kreator lokal seperti Untai Studio, Ennoia Games, Hompimpa Books & Games, Ogah Games, Masbro Studio, Wanaloka, Anima Versa dan Oracle Games Indonesia.
“Senang banget sih akhirnya JTE diadakan lagi secara offline dan kita berharap banget dari acara ini bisa menjadi kick off memajukan industri ini. Kami dari APIBGI sangat mendukung untuk bersama-sama kita menguatkan kembali sinergi antara asosiasi dengan penggiat industri ini,” ucap Darwin selaku humas dari Asosiasi Penggiat Industri Board Game Indonesia.
Kembali hadir secara offline membuat JTE semakin antusias untuk mencapai tujuan mereka dalam memajukan industri tabletop games yang ada di Indonesia. “Harapannya dari acara ini industri tabletop games di Indonesia bisa semakin dikenal dan berkembang. Kita akan selalu terbuka dan menantikan kolaborasi-kolaborasi dengan berbagai stakeholder lainnya di industri ini terutama kreator lokal," kata Cherlie Andriani selaku ketua Jakarta Tabletop Expo 2022.
Berita Terkait
-
3 Hal yang Harus Diperhatikan saat Bermain Game Online
-
Cara Klaim Kode Redeem FF 15 November 2022, Dapatkan Hadiah Sebelum Kedaluwarsa
-
Game Dosi Berbasis Blockchain, Cocok Buat Pemain Pemula di Kripto
-
Bikin Baper, Chen EXO Gandeng Aktor Park Hae Soo di Musik Video Last Scene
-
Banner Genshin Impact 3.5? Ayo Nge-Gatcha!
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara