Suara.com - Sekitar 18 juta orang Indonesia kekurangan air bersih dan 20 juta kekurangan akses ke fasilitas sanitasi yang lebih baik. Melihat kondisi tersebut, Guardian, ritel modern kesehatan dan kecantikan dari PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group), mengedukasi masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, sekaligus membangun fasilitas akses air bersih di Desa Ciapus, Bandung yang dilakukan bersama dengan Save the Children Indonesia, organisasi non-pemerintah yang peduli terhadap anak-anak seluruh dunia. Program ini sejalan dengan program global “Keeping Kids Clean & Happy” yang dilakukan secara serentak di beberapa negara lainnya.
Peresmian pembangunan akses air bersih dilakukan pada 29 November 2022 di Desa Ciapus, Bandung dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Sumiarso, MAP, Director of Guardian Indonesia, Naresh Kalani, dan Direktur Advocacy Communication Campaign Media & Marketing Communications Save the Children Indonesia, Troy Pantouw.
Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Sumiarso, MAP mengatakan, untuk menggambarkan keadaan kesehatan suatu lingkungan, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah memiliki akses air bersih dan sarana sanitasi dasar. Kabupaten Bandung telah mendukung program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan dari pemerintah, berupa penerapan program strategis untuk mendapatkan sanitasi dasar yang layak di Bandung.
"Program tersebut fokus pada 5 pilar yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS); Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah Tangga (PAM-RT); Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PS-RT); serta Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC-RT),” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Rabu (30/11/2022).
“Dalam pelaksanaannya tentu membutuhkan fasilitas air bersih agar kegiatan sanitasi dasar masyarakat berjalan dengan baik. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung membuka kemitraan strategis dengan mitra swasta, dalam hal ini Guardian. Dukungan, komitmen, kolaborasi, dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah, akademisi, komunitas dan swasta diperlukan untuk mewujudkan sanitasi dasar yang layak untuk semua lapisan masyarakat di Bandung,” lanjut Sumiarso.
Pembangunan fasilitas air bersih yang diinisiasi oleh Guardian merupakan bagian dari kampanye global “Keeping Kids Clean & Healthy” yang bertujuan untuk memberikan akses air bersih ke daerah-daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas sanitasi. Kampanye ini juga memiliki berbagai program kebersihan dan kesehatan untuk anak-anak.
Director of Guardian Indonesia, Naresh Kalani mengatakan, pihaknya memahami bahwa ketersediaan air bersih berperan penting untuk kelangsungan hidup manusia, peningkatan kualitas hidup hingga kesehatan. "Di Indonesia, Kampanye “Keeping Kids Clean & Healthy” diimplementasikan dengan menyediakan fasilitas air bersih di Desa Ciapus, Bandung. Berkolaborasi dengan organisasi non pemerintah, Save the Children Indonesia, kami memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi masyarakat termasuk anak-anak di daerah ini. Pembangunan fasilitas air bersih dilakukan di tempat paling strategis dan dekat dengan fasilitas umum sehingga mudah diakses setiap masyarakat di wilayah tersebut,” paparnya.
Berita Terkait
-
Orang Tua Jangan Nyesal Nyawa Anak Bisa Melayang Akibat Biarkan Konsumsi Minuman Jenis Ini Kata dr.Zaidul Akbar
-
Sudah Puluhan Tahun Warga Kecamatan Tallo Krisis Air Bersih
-
Kopi Beracun Kembali Memakan Korban, 1 Keluarga Meninggal Akibat Meminum Zat Arsenik
-
Catatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember: Perempuan dan Anak Patut Menjadi Prioritas
-
Unggahan Terbaru Rizky Billar bersama Lesti Kejora, Banjir Komentar
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim