Suara.com - Bertepatan 1 Syawal 1444 H, Sabtu (22/4/2023) dini hari, Dompet Dhuafa mencatat akumulasi penghimpunan dana zakat dan dana kemanusiaan selama Ramadan 1444 H/2023 M meningkat 11,9 persen dari penghimpunan Ramadan tahun sebelumnya.
Direktur Mobilisasi Sumberdaya Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti mengatakan, catatan di atas menjadi tren positif penghimpunan di 2023. Artinya, kedermawanan masyarakat kian menunjukkan tren positif.
Hal tersebut sejalan dengan data World Giving Index, yang menyatakan bahwa warga Indonesia menjadi masyarakat paling dermawan di dunia selama 5 tahun berturut-turut.
Hal tersebut terbukti dari kenaikan jumlah partisipasi donatur yang meningkat sebanyak 106,1 persen dari tahun sebelumnya. Gen-Z mendominasi catatan tersebut. Selain itu, kesadaran setiap individu maupun komunitas untuk berperan aktif dalam penyelesaian permasalahan sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga dakwah & budaya, terus bertumbuh.
“Alhamdulillah, pertumbuhan partisipasi donatur yang menguat hingga 106,1 persen menjadi wujud syukur kami. Kedermawanan masyarakat menunjukkan tren positif yang mencatatkan pertumbuhan penghimpunan sebanyak 11,9 persen," ucap Etika Setiawanti dalam siaran pers, Sabtu (22/4/2023).
Pertumbuhan positif ini juga disokong oleh berbagai program yang digulirkan Dompet Dhuafa selama Ramadan. Ada 5 pilar program penyaluran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, diantaranya program ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dahwah & budaya.
Kemudian faktor lainnya adalah memaksimalkan jaringan Dompet Dhuafa untuk melakukan penyaluran hingga ke pelosok negeri, baik jaringan organ maupun jaringan cabang. Hal tersebut semata-mata untuk memperluas jangkauan penerima manfaat dari setiap program.
"Sampai saat ini, tim Dompet Dhuafa masih terus menyalurkan amanah dari para muzakki kepada mereka yang berhak. Insyaa Allah sampai nanti menjelang batas akhir penyaluran zakat fitrah, yaitu sebelum salat Idulfitri," ucap Ketua Ramadan Dompet Dhuafa 2023, Suci N. Qadarsih.
Selama bulan puasa tahun ini, Dompet Dhuafa banyak melakukan penyaluran program ke 34 provinsi dan 14 negara. Program tersebut terdiri dari Tebar Zakat Fitrah, Belanja Bareng Anak Yatim, Parsel Ramadan, Bagi Takjil dan Sahur, Borong Dagangan UMKM, Grebek Kampung Ramadan, Layanan Pemudik, Dai Cordofa, Dai Ambassador, Bantuan Gempa Cianjur, Turki dan Suriah, serta masih banyak program lainnya.
Baca Juga: Dompet Dhuafa Buka Kolaborasi Bangun 60 Kawasan Masyarakat Berdaya
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmad Riyadi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, relawan, amil, serta seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas filantropi Islam ini.
"Itu disalurkan ke seluruh provinsi di Indonesia. Sekali lagi, terima kasih atas kebaikan seluruh donatur, mitra kolaborasi, para volunteer, serta tentu para Insan Dompet Dhuafa," tutup Rahmad.
Berita Terkait
-
Teruslah Memohon Ampun, Ketahui 7 Keutamaan Istighfar Sebagai Solusi Masalah Hidup
-
Bagaimana Cara Memilih Nazhir Wakaf yang Baik dan Tepat?
-
Dompet Dhuafa Buka Kolaborasi Bangun 60 Kawasan Masyarakat Berdaya
-
Kehadiran Program Sumur Wakaf Jadi Oase di Tengah Kekeringan
-
Agar Punya Manfaat yang Luas, Program Wakaf Harus Dijalankan dengan Efektif
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123