Suara.com - Pusat Penelitian Financial Access Initiative (FAI) dari New York University bersama MicroSave Consulting (MSC) Indonesia resmi meluncurkan hasil dari studi Small Firm Diaries (SFD) Indonesia di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (22/6/2023).
Didukung oleh Mastercard Center for Inclusive Growth (CFIG) dan the Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), proyek penelitian global ini memberikan wawasan tentang kehidupan keuangan usaha kecil di 7 negara di Amerika Latin, Afrika Sub-Sahara, dan Asia.
Di Indonesia, studi ini mengumpulkan data dari 162 usaha kecil di daerah perkotaan, pinggiran kota, atau pedesaan di empat lokasi: Bandung (Kota Bandung dan Lembang di Kabupaten Bandung Barat), Medan, Yogyakarta (Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Borobudur, Magelang di Jawa Tengah), dan Makassar, antara November 2021 hingga November 2022. Studi ini difokuskan pada tiga industri yaitu manufaktur ringan, pengolahan pertanian, dan jasa, yang semuanya berperan penting dalam pembangunan dan keberlanjutan ekonomi Indonesia.
Studi ini menemukan bahwa Sekitar tiga perempat (76%) dari usaha kecil di Indonesia melaporkan memiliki pinjaman dalam berbagai bentuk (termasuk pinjaman informal) selama studi, lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain yang diteliti. Bank pemerintah menjadi sumber pinjaman yang paling umum (41% dari semua pinjaman yang tercatat), karena adanya program pinjaman subsidi pemerintah (Kredit Usaha Rakyat atau KUR).
Penelitian ini juga berfokus pada kesejahteraan pekerja dalam usaha kecil, dan menemukan bahwa usaha kecil tersebut tidak mampu memberikan pendapatan yang konsisten kepada para pekerja.
Secara umum, studi ini menyimpulkan bahwa stabilitas dan pertumbuhan menjadi prioritas bagi para pengusaha yang diwawancarai. Menurut penelitian ini, usaha kecil menghadapi volatilitas yang tinggi dalam pendapatan dan biaya mereka. Mereka mencatat "kenaikan biaya dan masalah pasokan" sebagai hambatan utama untuk mencapai visi pertumbuhan dan stabilitas mereka.
Laporan yang dipaparkan hari ini – The Indonesia Country Data Overview – menjadi sebuah awal dari analisis dan temuan yang akan disampaikan oleh studi ini secara keseluruhan. Tim peneliti sedang bekerja untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut dan bekerja sama dengan mitra di sektor publik dan swasta untuk kepentingan usaha kecil di Indonesia.
Executive Director of the Financial Access Initiative dan Professor of Public Policy and Economics at New York University, Jonathan Morduch, menerangkan lebih lanjut terkait fokus penelitian SFD di Indonesia, menurutnya, UMKM sejauh ini merupakan pemberi lapangan kerja terbesar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
"Meskipun telah dilakukan penelitian statistik selama puluhan tahun, masih ada pertanyaan mendasar tentang mengapa sebagian UMKM tumbuh dan sebagian lainnya stagnan. Tujuan kami dalam penelitian ini adalah untuk mencoba memahami usaha kecil kecil dari bawah ke atas, dengan mendengarkan secara dekat bagaimana para pengusaha dan pekerja membuat pilihan-pilihan dengan cara mereka sendiri," ucapnya.
Baca Juga: Dorong Perlindungan UMKM, Komite II Undang Kementerian/Lembaga Kunker Pengawasan UU Desain Industri
Sementara, dalam kata sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, menyatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya pencapaian program pengembangan UMKM Naik Kelas, sebagaimana amanah Presiden, melalui berbagai program pembangunan dan perumusan kebijakan yang strategis, terarah, dan berkeadilan.
"Kami mengapresiasi kerja sama jangka panjang dalam penelitian SFD ini sebagai bentuk dukungan kepada koperasi dan UMKM untuk pulih pasca pandemi, meningkatkan pertumbuhan, dan bersaing di pasar global. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang luas bagi pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia, baik dalam hal merancang produk, sinergi kemitraan, maupun solutif atas berbagai tantangan ke depan," paparnya.
Tag
Berita Terkait
-
Digitalisasi UMKM Purbalingga Terus Dikembangkan
-
Tiktok Bakal Jual Produk Sendiri Buatan China, Nasib UMKM RI Terancam?
-
Pernah Terjerat Rentenir, Pelaku UMKM Sinar Sawah Sukses Kembangkan Usaha Bersama KUR BRI
-
Tenun Lurik Tradisional Bantarjo: Potensi UMKM Tak Lekang Oleh Zaman
-
Emak-emak di Jakarta Ramai-ramai Ikuti Pelatihan Personal Branding untuk UMKM
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review
-
5 HP POCO untuk Gaming Kasual hingga Kelas Berat, Terbaik Mulai Rp2 Jutaan
-
Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik
-
Aksi Heroik Marinir Lampung Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara 74 Meter
-
25 Promo Makanan dan Minuman 17 Agustus, Ada Paket Menarik Rp17 Ribuan
-
Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor
-
Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI
-
Sinyal NTT Lumpuh! Gempa M 7,7 Hantam 200 BTS, Komdigi Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan
-
Mobil Terlaris JanuariJuli 2026: BYD dan Jaecoo Mengudara, Merek Jepang Kian Waspada
-
Pramuka Masa Kini, Masih Relevankah Morse ketika Semua Ada di Google?