Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:05 WIB
Marketplace Renos.id. (Istimewa)

Suara.com - Pemain startup home & living memang sudah ada beberapa yang muncul di Indonesia. Namun baru-baru ini juga telah hadir Renos sebagai platform marketplace online yang memberikan solusi bagi masyarakat untuk memperoleh produk dan jasa kebutuhan rumah, home living.

Startup yang terafiliasi dengan dengan nocnoc (Thailand) ini beroperasi di Indonesia sejak Juli 2021 menerapkan model bisnis B2B dan B2C sebagai langkah agar menjadi perusahaan berkelanjutan. Tak hanya menjual produk furnitur, Renos dinilai lebih komprehensif karena menyediakan kategori yang beragam, seperti material bangunan hingga solusi layanan rumah.

Selain itu, Renos.id juga senantiasa berupaya mendukung pemerintah dalam mendorong peningkatan ekonomi digital di Indonesia dengan memberikan ruang bagi pelaku usaha kebutuhan rumah untuk mengembangkan bisnisnya.

CCO Renos, Nathaniel Adi Putra, menyampaikan pihaknya meyakini potensi yang ditawarkan dari bisnis home & living ini masih besar. Menurutnya, ada segmen pasar yang belum terpenuhi oleh pemain yang ada, sehingga dibutuhkan solusi yang lebih komprehensif.

"Kami melihat masyarakat Indonesia masih kesulitan untuk bisa mendapatkan layanan komprehensif untuk rumah mereka. Biasanya solusinya terpecah-pecah, tapi kami tawarkan end-to-end untuk home & living, dari home improvement hingga home service solution," ujarnya.

Brand yang bergabung sebagai merchant di Renos pun beragam, di antaranya Vivere, Aqua, Courts, Bosch, HomeMaster, dan lainnya. Adapun untuk solusi home improvement ini, perusahaan bekerja sama dengan Siam Cement Group (SCG).

Bila ditotal, terdapat ratusan merchant dari berbagai kategori home living yang sudah bergabung dengan puluhan ribu SKU.

"Dengan slogan #BestieRumahmu, kami ingin menjadi teman dan go-to platform untuk setiap kebutuhan setiap individu mulai dari homeliving hingga home improvement, dimana selain terdapat produk di platform markerplace kami yang beragam, kami menyediakan juga jasa desain interior dan pengerjaan sipil yang terintegrasi dengan teknologi, dimana customer bisa mewujudkan ruang impian mereka," tambah Cessa Liu, selaku Head of Marketing Renos.

Dalam menjaring merchant home & living, Renos tentunya juga mengkurasi selama proses onboarding. Merchant dilihat kualitas produknya, harga, dan kemampuan operasionalnya.

Baca Juga: Waspada Pelanggaran! 5 Hal yang Harus Dihindari saat Live Selling

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah kontrol, mengingat perusahaan menganut konsep marketplace. Perusahaan selalu memantau setiap transaksi yang masuk, lalu memastikan setiap pesanan dan bagaimana merchant tersebut memenuhinya.

Perusahaan saat ini tidak memiliki gudang sendiri, alias seluruh penyimpanan stok barang disimpan dan pengadaannya dilakukan oleh merchant itu sendiri.

Load More