Suara.com - Kumpul-kumpul dengan teman, paling asyik di coffee shop. Apalagi coffee shop yang buka 24 jam, agar puas bercanda sambil menyelesaikan pekerjaan yang bisa dikerjakan dimana saja.
Coffee shop biasanya ada di kota besar, seperti Jakarta, Bandung, ataupun Yogyakarta. Namun Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah juga memiliki coffee shop loh! Coffee shop yang sudah berdiri sejak 2019 ini bernama Kala Rindu Koffie, di Jalan Diponegoro, tepat di depan SMPN 2 Palangkaraya.
Jika jalan-jalan ke Kota Palangkaraya, jangan lupa untuk melihat postingan dari Instagram @kalarindu.koffie. Di sini ada informasi tentang makanan dan minuman yang kita pilih. Ada espresso based, milk based, mocktail hingga sajian teh bagi yang tidak biasa minum kopi.
Di Kala Rindu Koffie sendiri, ada satu minuman yang jadi andalan dan favorit, yaitu kopi susu keganangan. "Keganangan" dalam bahasa Banjar berarti rindu atau kangen.
Kemudian silakan dilanjut dengan main course, seperti Ayam Betutu dan Ayam Goreng Serundeng, rice bowl dan berbagai macam snack.
Sajian-sajian yang diberikan Kala Rindu Koffie ini memanjakan orang-orang yang nongkrong di kafe ini, apalagi kafe ini buka selama 24 jam karena memiliki tagline “No Last Call”, yang artinya tidak ada jam terakhir untuk memesan dan berada di coffee shop ini.
Hal ini menjadikan Kala Rindu Koffie jadi coffee shop pertama di Kalteng yang buka selama 24 jam penuh.
Menariknya, Kala Rindu Koffie memiliki roastery sendiri, yaitu pengolahan biji kopi dengan menyangrai dan roasting biji kopi yang nantinya dikonsumsi oleh pembeli. Roastery ini telah ada sejak 2022.
Alasan membuka roastery sendiri, di samping untuk memenuhi kebutuhan produksi pribadi, juga agar kopi Indonesia dikenal lebih jauh oleh masyarakat Kalteng untuk mendapatkan roasting beans dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: 6 Tips Mudah Memulai Bisnis Coffee Shop, Matangkan Konsep Terlebih Dahulu
“Karena telah mempunyai roastery sendiri untuk mengolah biji-biji kopi, Kala Rindu Koffie berencana untuk meluaskan bisnis untuk menjual beans (biji) kopi powder (bubuk) minuman melalui e-commerce,” ungkap Edric Gregory, pengelola Kala Rindu Koffie.
Selain itu, Kala Rindu Koffie ingin melebarkan sayap untuk ekspansi ke Jawa dan Bali, dengan membawa produk lokal, yaitu biji kopi Liberika, yang mana biji kopi Liberika ini banyak di temukan di pulau Kalimantan dan Sumatera.
Uniknya, biji kopi Liberika ini tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 2 mdpl dan memiliki ukuran biji yang lebih besar dari jenis biji kopi lainnya.
Pendiri Kala Rindu Koffie adalah Edric Gregory & Iqbal Siregar. Awalnya, mereka melihat peluang bahwa belum ada coffee shop yang buka 24 jam. kedua pendiri itu berencana untuk membuka tempat kopi yang fancy buat anak muda, karena kebutuhan tempat untuk mengerjakan pekerjaan atau tugas kuliah, atau hanya sekedar nongkrong sudah menjadi gaya hidup bagi anak muda.
Bagi yang penasaran sama Kala Rindu Koffie, bisa mengintip suasana di dalam coffee shop ini lewat akun Instagram @kalarindu.koffie. Coffee shop ini merupakan tempat yang pas untuk segala kegiatan atau aktifitas yang sedang kita jalankan, apalagi its 24 hours service, yang membuat Kala Rindu Koffie selalu dirindukan.
Berita Terkait
-
Tumbuh di Tengah Pandemi, Begini Rahasia Yudhit Anugrah Bangun Coffee Shop
-
Selain Natasha Rizki, 4 Artis Ini Juga Punya Coffee Shop
-
5 Alasan Coffee Shop adalah Tempat yang Ideal untuk Mengerjakan Tugas
-
Hadirkan Suasana Nyaman, Kopitagram Jadi Coffee Shop Favorit Anak Muda dan Pekerja Kantoran
-
5 Coffee Shop Hidden Gem Jakarta Pusat Wajib Dikunjungi, Cocok Buat WFH atau Nongkrong
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?