Suara.com - Selama beberapa tahun terakhir, industri sepatu di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan. Dengan inovasi dan kreativitas yang terus berkembang, sepatu buatan Indonesia telah berhasil mencuri perhatian, bahkan mampu menempatkan namanya di peta global.
Salah satu merek yang mencuri perhatian adalah Speed. Speed adalah merek sepatu asal kota Semarang, Jawa Tengah, yang didirikan Robin S pada 2019.
"Awal mula berdirinya Speed itu dari keresahan saya melihat teman-teman saya di sekitar rumah yang ingin membeli sepatu bola merek luar negeri, seperti Nike dan Adidas, tapi tak bisa, karena harganya mahal," kata pria berumur 29 tahun itu.
Berawal dari toko offline di kota Semarang dengan keterbatasan pekerja dan efek pandemi Covid-19, Speed kemudian berinisiatif untuk kerja sama dengan beberapa pemain bola dan tim sepak bola, serta mendukung kegiatan sepakbola dan futsal di beberapa kota di Indonesia. Hal ini, secara pasti membuat merek Speed dikenal.
Berangkat dari memproduksi sepatu olahraga untuk sepakbola dan futsal, pada 2021, Speed mulai melakukan diversifikasi produk, yaitu ke sepatu running, casual sneakers bahkan sandal.
Produk ini memulai penjualan dengan mengisi pasar menengah ke bawah, hingga Speed akan meluncurkan produk sneakers dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp99 ribu pada September 2023.
"Dari permintaan yang terus eksponensial, kita optimistis merambah pasar internasional dengan penjualan online dan membuka offline store di beberapa negara dalam waktu dekat, khususnya untuk pasar ASEAN," kata Robin, yang merupakan sarjana ekonomi bisnis dari Nanjing University of Aeronautics and Astronautics, China.
Speed kini berkantor pusat di Kota Semarang. Untuk mendukung penjualan, Speed memiliki offline store di beberapa kota besar di Indonesia.
Baca Juga: Taman Puring, Surganya Pencinta Sepatu Branded Harga Miring di Jakarta
Berita Terkait
-
Terbukti Andal, Efisien dan Layanan Terjamin, 563 Industri dan Bisnis Beralih Jadi Pelanggan Listrik PLN
-
Asa UMKM Tenun Tradisional RI Tembus Pasar Internasional
-
Sembilan Produk UMKM Tembus Pasar Internasional, Bobby Nasution: Terima Kasih Atas Semangat & Jibakunya
-
Pakar: Kreativitas dan Inovasi Teknologi Industri Otomotif Jadi Strategi Bersaing di Pasar Internasional
-
Florikultura Indonesia Diklaim Mampu Kuasai Pasar Internasional
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi