Suara.com - Salah satu kunci untuk dapat melakukan proses pendidikan di lingkungan pondok pesantren adalah kondisi badan yang sehat. Hal ini bisa dilakukan dengan peningkatan pola hidup sehat.
Salah satu faktor yang menunjang kesehatan tubuh adalah kesehatan gigi dan mulut.
drg. Irma Pramita Yahya, praktisi gigi sekaligus pemilik Klinik gigi NDC mengatakan, ketika menyikat gigi secara keseluruhan, lidah juga harus disikat, karena lidah juga bisa menjadi sumber berkumpulnya bakteri di dalam mulut.
"Cara menyikat gigi bagian depan dilakukan dengan cara diputar menggunakan bass system sesuai yang direkomendasikan oleh WHO,” katanya.
Menurutnya, cara menyikat gigi menggunakan metode bass system adalah menyikat gigi bagian depan dengan cara diputar dan untuk bagian belakang, tempatkan sikat gigi kurang lebih 45 derajat menghadap ke arah gusi dan menyikat ke arah gigi. Metode ini berlaku sama, baik untuk gigi atas maupun gigi bawah sehingga sikat gigi dapat menjangkau juga ke gigi dan gusi.
Selain itu, drg. Irma menegaskan bahwa untuk persiapan menjelang bulan Ramadan dimana nantinya kita akan berpuasa selama 12 jam, perlu juga ditambah asupan seperti banyak makan sayur dan buah yang akan sangat membantu sekali dalam pencernaan tubuh.
Hal inilah yang dilakukan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta. Para santri di kawasan ini mendapatkan Pelatihan Santri Berseri; Bercahaya, Sehat, dan Percaya Diri”.
"Saya sampaikan, kalau santri sehat, insya Allah Indonesia kuat,” ujar Wamenag, KH. Saiful Rahmat Dasuki, S.IP., M.Si, dalam “Pelatihan Santri Berseri; Bercahaya, Sehat, dan Percaya Diri”, Jakarta, Kamis (15/2/2024). Acara ini melibatkan 1200 santri.
Pada kesempatan itu, K.H. Ahmad Mahrus Iskandar, pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta mengatakan, menjelang bulan Ramadan, para santri dipersiapkan agar mampu menjaga kesucian dan kesehatan selama satu bulan beribadah, yang salah satunya adalah dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Baca Juga: 5 Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Mulut, Ampuh Memutihkan Gigi!
“Setiap bulan Ramadan kita menahan diri dari makan minum di siang hari serta menjaga hawa nafsu. Ketika di dalam mulut tidak kemasukan makanan dan minuman, kondisi ini menyebabkan munculnya bau mulut,” ujarnya.
Pelatihan Santri Berseri merupakan program kerja sama Kemenang dan Unilever Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan di kalangan santri dan santri putri.
Acara ini mendapat dukungan dari brand-brand di bawah naungan Unilever Indonesia, termasuk brand perawatan kesehatan gigi dan mulut, Pepsodent.
drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia menyampaikan, “Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, sebanyak 7 dari 10 orang Indonesia mengalami gigi berlubang. Sementara itu, di DKI Jakarta ada 22% penduduk yang mempunyai masalah gigi dan mulut, serta hanya 3,1% yang memiliki perilaku menyikat gigi dengan benar di pagi hari setelah sarapan dan malam menjelang tidur.”
Hal ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Padahal gigi dan mulut memiliki beragam fungsi yang digunakan sehari-hari seperti mengunyah, berbicara, dan tersenyum.
“Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut termasuk, melakukan sikat gigi setidaknya dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur, dengan pasta gigi yang berkualitas dan mengandung fluoride, dan kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Kebiasaan ini penting dilakukan karena gangguan pada kondisi gigi dan mulut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari,” jelas drg. Mirah.
Pelatihan Santri Berseri merupakan bagian dari kampanye Senyum Sehat Indonesia dari Pepsodent. Program edukasi dan pemberian perawatan gigi tanpa biaya telah dilaksanakan Pepsodent sejak tahun 2010 bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), seluruh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) di seluruh Indonesia. Sementara melalui Program ‘Sekolah dan Pesantren Sehat’, Pepsodent sudah berhasil mengedukasi hampir 30 juta anak Indonesia.
Berita Terkait
-
Usia Anak Paling Rentan Kena Masalah Gigi dan Mulut, Begini Cara Mengatasinya
-
3 Makanan yang Dapat Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Salah Satunya Susu
-
Ajak Anak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini Lewat Metode Eggsperimen: Apa Itu?
-
4 Manfaat Penggunaan Siwak bagi Kesehatan Gigi dan Mulut
-
5 Jenis Obat Kumur yang bisa Mengatasi Berbagai Masalah pada Gigi dan Mulut
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan