Suara.com - Di era modern, kantor bukan hanya sebatas tempat bekerja, tetapi juga berperan penting dalam mendukung keseimbangan hidup dan kerja atau work life balance.
Kantor juga dipercaya dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Seiring berkembangnya teknologi dan budaya kerja, konsep "kantor yang baik" pun terus berevolusi.
Dalam banyak kasus, kantor terbaik tidak hanya meningkatkan produktivitas dan keseimbangan hidup-kerja karyawan, tetapi juga membantu perusahaan menarik dan mempertahankan talenta terbaik.
Untuk itu, di era yang kompetitif ini, memiliki kantor ideal dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan dan memberikan kontribusi positif bagi kesuksesan jangka panjang.
Belum lama ini, perusahaan farmasi AstraZeneca dinobatkan sebagai Best Places to Work in Indonesia selama dua tahun berturut-turut.
Beberapa penilaian kantor terbaik di antaranya aspek lingkungan kerja seperti peluang kemajuan karir, pelatihan karir, hingga high-level mentoring.
Selain itu, ada juga penilaian soal kesempatan belajar, benefits yang kompetitif, dan kontribusi kepada masyarakat luas.
Dari penilaian tersebut, 91 persen karyawan mengatakan AstraZeneca sebagai tempat kerja yang sangat baik dibanding dengan hasil 77 persen tempat kerja di Indonesia pada umumnya.
Head of Human Resources AstraZeneca Indonesia, Rosalina Hanis mengatakan, penghargaan selama 2 tahun berturut-turut itu merupakan cerminan pihaknya memberikan arahan kepemimpinan yang jelas.
"Di AstraZeneca Indonesia, program pembelajaran 4D merupakan salah satu program inti yang mendorong pertumbuhan profesional di seluruh departemen AstraZeneca," kata Hanis, dikutip Suara.com dari siaran pers, Kamis (22/2/2024).
Diketahui setiap tahun, berbagai perusahaan lokal dan multinasional di Indonesia bermitra dengan organisasi Best Places to Work untuk melakukan penilaian dan penobatan penghargaan guna memperkuat budaya tempat kerja mereka.
Best Places to Work sendiri merupakan program sertifikasi global yang memberikan penghargaan kepada Perusahaan terkemuka di banyak negara di dunia.
Salah satu fungsinya adalah menganalisis daya tarik perusahaan melalui proses dua langkah yang berfokus pada delapan faktor tempat kerja termasuk budaya, kepemimpinan, peluang pertumbuhan, dan praktik sumber daya manusia.
Selain survei kepuasan karyawan, organisasi tersebut juga melakukan penilaian SDM yang terbukti telah memberikan pendapatan terdepan di pasar dan peningkatan inovasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor
-
Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi
-
Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
-
OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu
-
5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya
-
Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki
-
Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri