Suara.com - Internet dan media sosial telah membuka cakrawala anak-anak dan remaja terhadap segala informasi. Namun, kebebasan mengakses internet di dunia digital juga memiliki tantangan tersendiri.
Karena hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kemkominfo) menggelar Webinar Makin Cakap Digital. Webinar tersebut kini sudah masuk tahun keempat dan di 2024 ini sudah di episode ke-27 digelar pada 18 Juli 2024 di Manokwari, Papua.
Acara ini mendapat sambutan dari Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Manokwari, Parjianti. Dalam penuturannya, generasi muda perlu untuk memperhatikan baik-baik informasi apa yang didapatkan maupun yang disebarkan.
Tidak semua perilaku dan bahasa yang disampaikan pengguna sosial media itu bisa ditiru. Tentu kematangan diri dalam mengolah informasi ini akan menjadi modal utama dalam pengembangan diri dan membaur di dunia digital.
"Semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan internet terutama media sosial (medsos) tentu memberikan kemudahan sekaligus tantangan tersendiri. Karenanya, kami menyambut baik workshop daring Makin Cakap Digital 2024 dalam upaya memberikan bekal keterampilan digital bagi masyarakat Mimika," ujar Parjianti.
Webinar episode ke-27 ini menampilkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka antara lain Chyntia Andarinie (selaku Founder Mom Influencer) membawakan pilar Budaya Digital. Dedy Triawan selaku CTO TemanBaik Indonesia membawakan Pilar Etika Digital. Sedangkan Iksan Colly seorang Professional Photographer sebagai KOL membawakan pilar Etika Digital.
Iksan Colly sebagai KOL yang sudah berpengalaman di dunia digital mengajak DigiFriends untuk dapat memanfaatkan internet dengan baik. Menurut Iksan, anak muda sekarang sangat beruntung karena bisa mengakses internet dengan mudah.
"Kalian terbilang sangat beruntung terlahir di era digital, di mana semua informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan mudah dengan sekali klik. Sebagai generasi muda, internet dapat dimanfaatkan untuk banyak hal positif dan mengasah kreativitas, namun harus tetap waspada dengan kemungkinan bahaya digital yang selalu mengintai," ujar Iksan melalui keterangan tertulis.
Iksan menjelaskan lebih lanjut mengenai pentingnya DigiFriends memanfaat peluang yang ada di dunia digital namun tetap harus waspada. "Karena dunia digital memiliki dua mata pisau, ada banyak manfaat yang bisa didapat namun juga ada banyak tantangan yang harus dihadapi," imbuhnya.
Baca Juga: Revolusi Komunikasi Dimulai, Pusat Keunggulan 6G Diluncurkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
5 Lip Cream Lokal Harga di Bawah Rp50 Ribu Terbaik, Tahan Lama Sesuai Review Pengguna
-
Shin Tae-yong Tak Sangka Persija Finis Peringkat 3 Piala Presiden 2026, Kenapa?
-
Bitcoin Hingga XRP Anjlok Massal, Indeks CFX10 Merosot 1%
-
Tragedi Kebakaran di Sukabumi, Tewaskan 3 Bocah Bersaudara
-
Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
-
5 Rekomendasi Drakor Investigasi Beragam Profesi dengan Kasus yang Seru
-
Maba UI Lempar Pertanyaan Menohok ke Bima Arya: Pilih Pendidikan atau Makan Bergizi Gratis?
-
Sopir Angkot M44 Protes Rute Tumpang Tindih, Dishub DKI Siapkan Evaluasi Mikrotrans 48A
-
Anak Imigran Afrika-Maroko Jebol Perbatasan Ceuta Spanyol Terancam Pelecehan dan Kekerasan
-
Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media