Suara.com - Selebgram dan KOL Ody Waji ditunjuk menjadi salah satu pembicara dalam acara webinar digital bertajuk "Makin Cakap Digital". Dalam pemaparannya, Ody memperingatkan anak muda atau Genz untuk menggunakan internet secara aman dan sehat.
Seperti diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat penggunaan internet tertinggi di dunia. Hal itu berbanding lurus dengan tingginya jumlah pengguna media sosial.
Hal ini menjadi hal yang positif, karena dari internet segala informasi bahkan ilmu bisa diperoleh. Namun di balik itu, penggunaan internet yang sangat bebas juga menjadi ancaman tersendiri, khususnya bagi generasi muda, terkait dengan keamanan digital.
Karena hal itu, Kementerian Komunikasi dan Infomartika (Kemkominfo) menggelar Workshop Daring Makin Cakap Digital, agar anak muda memiliki literasi digital yang semakin baik.
Webinar Makin Cakap Digital sudah memasuki episode ke-34 dan kembali digelar di Nabire, Papua pada 12 Agustus 2024. Acara yang digelar gratis ini mengusung tema "Positif, Kreatif, dan Aman di Internet"
Webinar kali ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka antara lain Alex Iskandar selaku Managing Director IMFocus Digital, berbicara dari sudut pandang Keamanan Digital, Sophie Tobelly selaku Founder DIID & Content Creator membawakan pilar Budaya Digital, dan Ody Waji seorang Digital Entrepreneur sekaligus KOL yang berbicara mewakili sudut pandang dari Etika Digital.
Ody Waji sebagai KOL yang sudah berpengalaman di dunia digital mengajak DigiFriends (sebutan untuk Gen Z yang mengikuti webinar) untuk dapat memahami pentingnya pemanfaatan internet dengan positif, kreatif, dan aman.
"DigiFriend yang tumbuh dan berkembang di zaman internet seperti sekarang sungguhlah sangat beruntung. Karenanya mari kita manfaatkan dengan lebih baik lagi. Kita konsumsi internet yang positif dan baik saja, kita abaikan dan jauhi konten kurang manfaat dan kita harus lebih kritis dan kreatif lagi supaya bisa mendapatkan pemasukan dari internet," kata Ody Waji dalam keterangan tertulis.
"Saat ini semua orang menghabiskan berjam-jam di dunia online dan ini menjadi sasaran empuk bagi predator internet. Karenanya, kita semua harus cermati praktik scamming yang mengintai karena pintar saja tidak cukup. Ingat, kejahatan itu terjadi karena ada kesempatan," ujar Ody menyambung.
Baca Juga: Tantangan Internet Indonesia: Dari Kualitas Koneksi Hingga Pemerataan Jaringan
Ody menjelaskan lebih lanjut tentang pentingnya kita berpikir kreatif dalam penggunaan internet, di antaranya jadi lebih mudah membedakan berita hoax dan berita benar, sumber mencari penghasilan dalam jumlah yang banyak, tidak mudah galau pada hal-hal sepele, karena tahu ada hal-hal yang lebih serius di luar sana.
"Pikiran kita jauh lebih terbuka, lebih bijak, dan lebih dewasa dalam berpikir karena wawasan yang terbuka luas. Ingatlah bahwa kreativitas dapat menciptakan pemikiran yang positif," tutur Ody.
Berita Terkait
-
Tantangan Internet Indonesia: Dari Kualitas Koneksi Hingga Pemerataan Jaringan
-
Data Lake Indonesia Jadi Mitra Resmi Starlink, Koneksi Internet Tak Lagi Jadi Kendala
-
Mengintip Masa Depan Media Sosial dengan AR dan VR: Realitas atau Ilusi?
-
Mantan Petinggi Twitter Gugat Elon Musk, Omid Minta Bagian Rp 319 Miliar
-
Manajer Artis dan KOL Denny Abal Kasih Tips untuk Menjaga Kemanan Digital
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut