Subang - Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Asep Nuroni memaparkan sejumlah alasan Pemkab Subang tidak mengajukan APBD Perubahan 2022 mendatang.
Asep Nuroni, memaparkan sejumlah alasan tidak mengajukan APBD Perbahan pada 2022 ini. Salah satunya ialah karena kondisi keuangaan daerah dalam kondisi defisit.
"Sudah ditegaskan Bupati, bahwa pada tahun 2022 tidak APBD Perubahan dikarenakan kondisi kesehatan APBD sudah defisit di angka Rp199 miliar, jika dipaksakan, berarti harus ada pendapatan sebanding dengan angka itu," ungkap Asep Nuroni.
Asep juga menjelaskan, terjadinya defisit disebabkan beberapa faktor, diantaranya berkurangnya pendapatan daerah dari Pusat dan dampak dari pengangkatan P3K tanpa diimbangi bantuan Pusat.
"Anggaran pendapatan dari pusat seperti DAK, DAU terjadi penurunan, termasuk DID (dana insentif daerah) tidak akan menerima jika kita tidak mendapat WTP selama lima tahun," kata Asep.
Proses pengangkatan ribuan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga menjadi faktor penyebab defisitnya anggaran Pemkab. Hal ini dipicu karena tidak diimbangun dengan bertambahnya DAU atau Dana Alokasi Umum. "Pengangkatan P3K juga berpengaruh karena tidak diiringi dengan DAU," pungkasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis