BOGOR - Polresta Bogor Kota mendatangi Kebun Raya Bogor untuk menyelidiki dugaan temuan bibit narkotika jenis kokain dari biji koka. Hal ini terkait dengan dengan adanya pengiriman biji kokain yang dilakukan pelaku SDS (51).
Dari keterangan pelaku, bahwa barang haram tersebut didapatkannya dari tanaman bahan baku kokain dari ada di kawasan Kebun Raya Bogor.
Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agus Susanto mengatakan, berdasarkan penyelidikannya di Kebun Raya Bogor (KRB) hanya mempunyai tanaman bernama erythroxylum novogranatense (Amerika Selatan) dan erythrocylum cuneatum (lokal Indonesia).
“Memang ada di Kebun Raya Bogor, masing-masing ada 1 pohon yang merupakan sejenis dengan tanaman erythrocylum koka,” ucapnya, Selasa (9/8/2022).
Sejarah pohon tersebut, kata Agus, ada di Kebun Raya Bogor (KRB) hasil pertukaran biji antara KRB dengan Kebun Raya Kongo Belgia pada tahun 1927 silam. Tahun 1928 biji tersebut ditanam dan tumbuh di Kebun raya Bogor.
Saat ini tanaman erythroxylum novogranatense yang ada di Kebun Raya Bogor tersebut dalam keadaan mati. Sedangkan tanaman koka erythroxylum (penghasil biji koka bahan dasar kokain) berasal dari Amerika selatan dan itu tidak ada di Kebun Raya Bogor.
“Tanaman erythroxylum novogranatense dan erythroxylum cuneatum adalah family dengan tanaman koka erythroxylum yang merupakan tanaman berasal dari Amerika Selatan dan bahan dasar dari kokain,” jelasnya melansir dari Bogordaily.net
Dari hasil pemeriksaan oleh Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota, tanaman erythroxylum atau penghasil biji koka bahan dasar kokain tidak ada atau tidak ditemukan di Kebun Raya Bogor.
“Dijelaskan dan sambil diperlihatkan, bahwa di Kebun Raya Bogor hanya mempunyai tanaman bernama erythroxylum novogranatense sedangkan koka erythroxylum itu tidak ada di Kebun Raya Bogor,” pungkasnya. ***
Baca Juga: Antrean Panjang di SPBU Bogor
Berita Terkait
-
Heboh Dugaan Bibit Koka Ada di Kebun Raya Bogor, Polisi Beri Penjelasan Seperti Ini
-
Ditangkap Terkait Kasus Ekspor Biji Kokain, Tersangka Ngaku Tanam Pohon Koka di Rumah dari Benih Asal Kebun Raya Bogor
-
Punya Uang Rp70 Ribu, Pria Terlanjur Ngaku Jadi Polisi Ini Cari Pinjaman Rumah Mewah demi Cewek Cantik dari Bogor
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?