CIAMIS – Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memiliki banyak urban legend atau cerita urban. Banyak yang menganggapnya sebagai mitos, namun tak sedikit yang mempercayainya. Alhasil, hingga saat ini urban legend tersebut masih tetap ada.
Beberapa cerita mitos tersebut yang hingga kini masih tetap ada salah satunya adalah Kopi Golondong dari Dusun Banjarwaru, Kecamatan Kawali.
Cerita kopi istimewa ini terbilang menarik. Hindangan yang banyak disukai kaum lelaki ini rupanya hanya boleh diseduh setahun sekali. Itu pun harus pada di tanggal 10 Muharam. Lalu bagaimana jika diseduh di luar waktu itu?
Banyak cerita menyebutkan, jika Kopi Golondong diseduh di luar waktu itu, konon akan mendatangkan malapetaka. Percaya atau tidak? Itulah cerita yang beredar di wilayah tersebut.
Dilansir dari Detik.com, Kopi Golongdong sudah dikenal sejak dulu. Sebagai warisan turun temurun, kopi ini disebutkan hanya boleh dibuat oleh keluarga kuncen Situs Pasarean, sebuah makam tokoh penyebar Islam di Kabupaten Ciamis.
Tak hanya itu,Kopi Golondong juga hanya disajikan setiap tanggal 10 Muharam Hijriah dalam acara tradisi Sedekah Muharam.
Budayawan asal Kawali, Fahmi Husnul Yaqin menyebutkan, meski bernama kopi, Kopi Golondong tidak 100 persen terbuat dari biji kopi. Berbeda dari minuman kopi lainnya, Kopi Golondong ini terbuat dari kopi yang diracik dengan santan kelapa asli. Lalu dimasak bersama gula kawung (aren).
Sementara untuk biji kopinya hanya disangrai dan tidak giling. Kemudian kopi dimasukan ke dalam santan tersebut sebagai toping. Ditambah pandan untuk pewangi.
"Kopi Golondong hanya dibuat setahun sekali oleh keluarga kuncen dan keturunannya. Dibuatnya juga harus tepat 10 Muharam," kata Fahmi seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (11/8/2022).
Baca Juga: Begini Cara Menghilangkan Dahak di Tenggorokan, Simak Ini
Menurut Fahmi, apabila keluarga kuncen membuat Kopi Golondong di luar dari 10 Muharam maka akan mendapat petaka. Hal itu sudah beberapa kali terjadi.
"Ada diceritakan pamali. Faktanya itu dirasakan oleh keluarga kuncen, pernah terjadi seperti sakit dan lainnya. Khususnya orang Banjarwaru sudah merasakan hal itu," ungkapnya.
Kalau pun ada warga yang meniru dari pembuatan hingga bahan kopi, maka rasanya akan berbeda. Mengingat hanya keluarga kuncen yang memiliki resep dan cara untuk membuat Kopi Golondong tersebut.
Selain itu, Kopi Golondong biasanya disajikan dengan Cikokomoh. Yakni makanan yang terbuat dari nasi ketan dengan rasa manis dan asin. Tekstur makanan ini mirip ulen hanya dibentuk seperti tumpeng.
Fahmi menjelaskan kedua makanan khas ini disajikan pada saat Sedekah Muharam setelah Dzuhur. Sejak dulu, dalam kegiatan ini masyarakat saling bertukar makanan.
Fahmi menyebut di tahun 2023 nanti pihaknya akan mendorong agar Kopi Golondong ini masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Saat ini sedang dilakukan pengumpulan persyaratannya. (*)
Berita Terkait
-
Korban Tewas Akibat Kecelakaan Mobil Pickup yang Masuk ke Jurang di Ciamis Bertambah
-
Bertambah, Jumlah Korban Tewas Pikap Terjun ke Jurang di Ciamis Jadi 8 Orang
-
Kecelakaan Pikap Masuk Jurang di Ciamis Diduga Akibat Rem Blong ? Begini Kata Polisi
-
Kronologi Pikap Masuk Jurang Setinggi 30 Meter di Pudunan Werkit Ciamis
-
Korban Luka Kecelakaan Pikap Masuk Jurang Dirujuk ke RSUD Ciamis, Rerata Alami Patah Tulang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan