CIAMIS - Tujuh orang tewas dalam insiden pikap L300 masuk jurang di di Jalan Raya Sukamantri-Panjalu, Dusun Cimara, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Senin (8/8/2022). Sedangkan belasan lainnya dirujuk ke Puskesmas dan rumah RSUD Ciamis.
Bidan Puskesmas Sukamantri, Heni Sri menerangkan, korban kecelakaan pick up tersebut sebagain di rujuk ke RSUD Ciamis. Rerata korban yang dirujuk mengalami patah tulang.
“Kondisi korban mobil pikap yang masuk jurang itu kebanyakan rata-rata mengalami luka robek dan patah tulang, terutama pada bagian kaki. Dan saat ini dirujuk ke RSUD Ciamis,” katanya, Senin (8/8/2022).
Sementara itu, Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami penyebab kecelakaan pikap masuk jurang. Mobil pikap yang melaju dari arah Majalengka tersebut membawa penumpang sebanyak 17 orang.
Ketika melintasi di lokasi, pick up tersebut tiba-tiba saja hilang kendali hingga masuk jurang.
"Sementara dugaan masih dalam pendalaman. Apakah rem blong atau ada faktor lainnya," katanya, Senin (8/8/2022).
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu, menyebabkan enam orang tewas di tempat dan satu lainnya meninggal saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat.
"Korban meninggal 6 orang di TKP. Satu orang meninggal di Puskesmas Sukamantri. 10 orang lainnya luka-luka dan mendapat perawatan di Puskesmas Sukamantri dan RSUD Ciamis," terang Tony.
"Dari 10 orang korban luka-luka, 5 orang diantaranya anak-anak," tambahnya. ***
Baca Juga: Kecelakaan Pikap Masuk Jurang di Ciamis Diduga Akibat Rem Blong ? Begini Kata Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cara agar Sunscreen Tidak Luntur Saat Berkeringat? Ini 3 Pilihan yang Sweatproof Lengkap Ulasannya
-
Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance Mulai 2027
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?
-
4 Posisi Cermin di Rumah yang Bisa Datangkan Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu
-
MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa
-
Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist
-
Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?