/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:45 WIB
Harga BBM jenis Pertalite dan Solar segera naik. (Istimewa)

SUBANG - Sopir angkutan kota (Angkot) dan pengemudi ojek di Kabupaten Subang menolak rencana pemerintah yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut mereka, kenaikan harga BBM bisa merugikan terlebih ditengah sepinya penumpang.

Sopir Angkot Subang-Jalancagak, Mamat Rahmat mengatakan, dirinya terang-terangan menolak rencana pemerintah soal harga BBM. Ditambah kondisi penumpang di Kabupaten Subang saat ini sepi. Bila ada kenaikan harga BBM sangat memberatkan baginya.

“Ya kita sangat menolak dengan wacana itu, karena tahu sendiri lah, bagaimana keadaannya. Penumpang saja kita sudah sepi ditambah lagi dengan adanya wacana akan naik,” katanya.

Dia pun menilai adanya wacana pembatasan pun dirasa akan berdampak juga bagi dirinya dan sopir angkot lain. Namun bila terjadi pembatasan hanya diberlakukan bagi kendaraan pribadi, bukan untuk angkot. 

“Katanya begitu kan, untuk angkutan umum tidak berlaku. Namun tetap saya tidak setuju, karena tetap akan dampaknya ke kita,” katanya melansir dari pasundanekspres.co.

Sementara itu, pengemudi ojek, Tasmin mengatakan, jika BBM naik, maka akan semakin memberatkan pengemudi ojek.

“Kurang setuju sekali. Alasannya, muatan sepi. Lagi susah. Penghasilan sama sekali kurang memuaskan,” katanya.

Dia berharap pemerintah dapat memenuhi permintaan mereka dengan tidak menaikan harga BBM subsidi.

“Kalau saya berharap pemerintah bisa mendengarkan lah keluhan kami ini, jangan sampai ujug-ujug saja naik,” pungkasnya. ***

Baca Juga: Cekatan, Aksi Dedi Mulyadi Bantu Evakuasi Kecelakaan di Jalur Subang-Purwakarta

Load More