PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika melakukan panen raya bersama kelompok tani Sirna Sari di Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Jumat (2/9/2022). Pada panen raya kali ini, sebanyak 80 ribu ton gabah giling berhasil dihasilkan dari lahan seluas 12 ribu hektar.
Ambu Anne sapaan akrabnya, mengatakan dari 80 ribu ton gabah kering yang berhasil di panen oleh para petani. Sedikitnya hasil tersebut setara dengan 50 ribu ton beras.
Menurutnya, jumlah ini bisa memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Purwakarta hingga 5,5 bulan ke depan.
"Sebagai bentuk sinergitas, panen raya ini digelar bersama warga dan para petani yang tergabung dalam Gapoktan Sirna Sari serta para penyuluh pertanian dari Dispangtan Kabupaten Purwakarta," ujarnya, Jumat (2/9/2022).
Dia menerangkan, luas lahan pertanian yang dipanen pada hari ini, Jumat (2/9/2022) yakni seluas 23 hektar dengan varietas padi Inpari 32 dengan angka produktivitas sebanyak 7,3 ton gabah kering giling per hektar.
"Selain varietas Inpari 32 ada juga varietas Ciherang dan Cisadane. Dengan musim panen kali ini, budidaya budidaya tanaman padi dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di Kabupaten Purwakarta," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan mengatakan, jika tidak terjadi perubahan angka produktivitas rata-rata, akan diperoleh hasil panen pada puncak musim kemarau satu ini sekitar 80 ton gabah kering giling
Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, para penyuluh pertanian dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) melakukan pendampingan panen di berbagai tempat. "Setiap hari laporan data ubinan panen padi masuk di seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta, dan tercatat hingga hari ini telah masuk 40 data ubinan dari 38 kelompok tani yang tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta," ujarnya.
Dari data-data yang telah masuk, lanjut Sri, diketahui rata-rata produktivitas padi di Purwakarta sebesar 66,8 ku/ha gabah kering giling (GKG). Produktivitas padi terendah 45,9 ku/ha GKG dan produktivitas tertinggi 85,3 hu/ha GKG.
"Jika tidak ada perubahan hasil panen kita dikisaran angka itu. Tapi kan tidak dapat dipungkiri bahwa ada serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berpotensi menekan hasil produksi tanaman pangan khususnya pada padi," kata Midan.
Namun, jika diperhatikan dengan data laporan dampak serangan OPT pertanaman padi sebagian besar masuk kategori ringan seperti data serangan wereng batang coklat (WBC) periode laporan OPT Juli 2022 adalah seluas 11 hektar atau 0,076 persen dari luas standing crop padi.
Serangan tersebut telah diperkirakan dan diantisipasi sejak dini di awal musim tanam gadu memperhatikan peringatan dini BMKG mengenai pola musim yang cenderung kemarau basah.
"Langkah-langkah pengamatan populasi OPT, ambang batas ekologi OPT, hingga pengendalian hayati maupun kimiawi secara cepat dan tepat, telah pula dilakukan sejak awal pertanaman. Upaya tersebut berhasil menyelamatkan pertanaman padi dapat dipanen dan berhasil menekan kehilangan hasil produksi akibat serangan OPT," kata Midan.
Sementara, berkaitan dengan Perlindungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), kata dia telah diberikan kepada para petani yang lahannya rentan serangan OPT maupun rawan kekeringan, sehingga jika terjadi gagal panen akan mendapatkan penggantian dari asuransi. Artinya, jika terjadi gagal panen, petani dibantu pembayaran premi AUTP dari APBN dan APBD Kabupaten Purwakarta untuk melindungi pertanaman padi milik petani.
Dalam kegiatan panen raya ini turut serta hadir Wakil Bupati Purwakarta Aming dan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Sri Jaya Midan beserta sejumlah Kepala Perangkat Daerah lainnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
Situasi Memanas di Tanah Sareal: Warga Tantang Oknum Pencopot Spanduk Tolak Sampah
-
Park Ji Hoon Bintang The Kings Warden Siap Gelar Fancon di Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Cek Line-up PBB 2026: 24 Musisi Siap Guncang Bogor, Dari Nadin Amizah Hingga The Adams
-
Tangis Soimah Pecah di Pernikahan Sang Putra, Aksa Uyun Resmi Nikahi Yosika Ayumi
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun