PURWAKARTA - Santriwati dan pelajar di Kabupaten Purwakarta diimbau agar bijak menggunakan media sosial guna menekan angka kasus tindak pidana kekerasan seksual. Imbauan ini diberikan personel Polsek Pasawahan kepada santriwati di Pondok Pesantren A's salafiyah di Desa Galudra, Kecamatan Pondoksalam.
Kapolsek Pasawahan, AKP Ali Murtadho mengatakan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel Bhabinkamtibmas ke masyarakat untuk mengingatkan agar bisa bijak dan aman menggunakan media sosial. Pasalnya, banyak kejahatan seksual yang menimpa perempuan dan anak berawal dari media sosial.
"Melalui bhabinkamtibmas ini, disampaikan pesan kepada para santriwati ataupun pelayanan di wilayah hukum Polsek Pasawahan untuk bisa menjaga diri dan selalu berhati-hari dalam berteman," katanya, Jumat (2/9/2022).
Dia pun meminta kepada santriwati dan pelajar agar tidak mudah percaya dengan orang asing yang baru dikenalnya melalui media sosial. Menurutnya, banyak tindak pidana yang menyasar perempuan dan anak bermula dari media sosial.
Terlebih, kata Ali ditengah perkembangan pesat teknologi saat ini banyak penjahat yang menggunakan media sosial untuk melancarkan aksinya, mulai dari pelecahan seksual hingga penculikan anak-anak.
“Jangan mudah percaya dengan teman yang baru dikenal melalui medsos. Banyak kasus pelecehan seksual kepada anak atau wanita yang belum dewasa, yang bermula dari perkenalan di media sosial,” terangnya.
"Kita tidak tahu, apakah teman yang baru kita kenal di medsos adalah orang baik. Tidak selalu, orang dengan foto profil dengan mengenakan pakaian agamis adalah orang baik sehingga kita harus benar waspada dan bijak menggunakan media sosial,” tambah Ali.
Diingatkan juga, bila dikirim tautan atau link oleh orang yang tidak dikenal melalui media sosial sebaiknya dibiarkan saja. Pasalnya banyak penjahat yang mencoba meretas melalui gawai atau smartphone untuk mencuri identitas para calon korbannya.
Tak hanya itu, jangan sesekali mengirimkan foto-foto pribadi ke orang yang baru dikenal. Hal ini sebagai upaya perlindungan diri, agar kita bisa lebih aman dalam berselancar atau menggunakan media sosial.
Baca Juga: Cara Alternatif Lepas Ketergantungan Gawai, Orangtua Yuk Ajak Buah Hati Main Gobak Sodor di Sini!
“Agar terhindar dari korban Medsos, maka jangan mudah percaya. Ingatlah siapapun dapat berpura-pura menjadi seseorang saat di dunia maya. Jangan pernah membuka link atau lampiran dari siapapun yang tidak dikenal, jangan kirim gambar diri yang disimpan secara pribadi kepada siapapun,” pungkansya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda