Purwakarta - Sate Maranggi adalah makanan khas Sunda yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Kata Maranggi dalam bahasa Sunda adalah sebuah istilah yang berarti 'pembuat sarung keris'.
Sate Maranggi khas Purwakarta lebih dikenal masyarakat dibandingkan dengan Sate Maranggi dari daerah lain. Meski sudah banyak tempat yang menjual Sate Maranggi di berbagai daerah.
Saat ini, Sate Maranggi menjadi khazanah kuliner masakan Indonesia yang mendunia. Rasanya yang khas dengan tekstur yang empuk, menjadikan Sate Maranggi kini menjadi kuliner yang populer.
Khas Sate Maranggi dibedakan dari bahan yang digunakan dan cara penyajiannya. Sate Maranggi khas Purwakarta memiliki dua jenis daging yang digunakan, yaitu daging kambing dan daging sapi.
Sate Maranggi khas Purwakarta biasanya disajikan bersama acar sambal tomat, nasi timbel, atau ketan bakar dan ada juga yang ditambah sambal oncom.
Saat ini, penjual Sate Maranggi di Purwakarta dapat ditemukan di berbagai tempat, baik lokasi wisata, di pinggiran jalan, dan bahkan sudah menjamur di wilayah perkotaan, serta ada juga yang menjajakan dengan berkeliling.
Ciri khas lainnya dari Sate Maranggi ini adalah dari proses perendaman daging dalam bumbu sebelum dimasak menjadi sate. Dengan proses inilah, maka Sate Maranggi rasanya enak meski disajikan tanpa saus pelengkap.
Bumbu rendamannya terbuat dari kecap manis dan rempah-rempah, seperti ketumbar, jahe, lengkuas, kunyit, dan cuka untuk memberikan rasa asam yang khas.
Kemudian, Sate Maranggi biasanya dihidangkan bersama nasi putih, atau nasi timbel, lontong, ketan bakar, dan ada juga yang ditambahkan dengan sambal oncom.(*)
Baca Juga: Kisruh DPRD dan Pemkab Purwakarta, Kepala BPKP Jawa Barat Turun Tangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan