KARAWANG - Empat orang saksi diperiksa terkait dengan peristiwa keracunanan gas klorin PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II oleh Polres Karawang.
Pemeriksaan ini pun bagian dari investigasi kebocoran gas yang menyebabkan puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel keracunan pada Rabu (14/9/2022).
Tommy mengatakan, empat orang saksi berasal dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II. Mereka dimintai keterangannya untuk mengetahui penyebab kebocoran gas klorin di pabrik tersebut.
"Keempat orang yang diperiksa itu merupakan manajemen PT Pindo Deli II," ujarnya, Sabtu (17/9/2022).
Selain dari pihak pabrik, dia mengtakan sejumlah saksi dari warga setempat yang menjadi korban keracunan pun akan dimintai keterangannya.
Saat ini, Polres Karawang telag memasang garis polisi di sekitar lokasi yang diduga menjadi penyebab warga keracunan. Hal ini dilakukan agar tidak ada pihak lain yang masuk, mengingat investigasi masih berlangsung hingga kini.
Pemasangan garis polisi itu, sambung Tommy sampai hasil investigasi lapangan dari Puslabfor Mabes Polri keluar.
"Kami masih menunggu hasil Puslabfor, jadi belum bisa mengambil kesimpulan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang," katanya.
Sebelumnya diketahui, puluhan warga mengalami keracunan diduga menghirup gas klorin dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II. Para warga ini kemudian dilarikan ke rumah sakit dan klinik kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Puluhan Warga Keracunan Gas Pabrik di Karawang, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Warga yang keracunan tersebut rata-rata mengalami, mual, pusing, muntah, sesak nafas, hingga mata perih. Sebagian warga yang sudah berangsur membaik saat ini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026