PURWASUKA- BKPSDM Bandung memastikan tidak akan ada honorer siluman masuk dalam proses pengangkatan PPPK.
“Kekhawatiran di lapangan jika ada yang tidak pernah kerja tapi berkasnya ada (honorer siluman), itu sangat kecil kemungkinan terjadi karena proses checking dan recheckingnya seperti ini,” tegas Kepala BKPSDM Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, Bandung, Kamis, 29 September 2022.
Selain melalui proses cek kata Adi Junjunan Mustafa, tenaga honorer yang akan masuk pendataan untuk proses pengangkatan PPPK alis P3K harus membuktikan dengan menyertakan surat perintah kerja dari unit organisasinya.
Selanjutnya, para tenaga honorer pun akan dites sebelum diangkat menjadi PPPK. Sehingga kecil kemungkinan adanya honorer siluman atau honorer yang tak pernah bekerja muncul dadakan untuk diangkat menjadi PPPK.
“Di lapangan juga beredar, kalau para honorer yang sudah melakukan pendataan akan langsung diangkat jadi PPPK. Tidak betul berita itu, Karena menjadi PPPK itu harus tes dulu,” kata dia.
“Sama sulitnya menjadi PNS. Walaupun bedanya PPPK itu memang sudah teknis," sambungnya.
Honerer K2 Bidang Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas
Lebih lanjut ia menjelaskan, tak semua tenaga honorer bisa diangkat menjadi PPPK alias P3K. Kemungkinan besar honorer K2 yang akan menjadi prioritas.
Selain itu, honorer bidang kesehatan dan pendidikan yang menjadi prioritas pengangkatan PPPK alias P3K di Pemkot Bandung.
Baca Juga: Pemkot Bandung Bakal Angkat 4.000 Honorer Jadi PPPK, Bidang Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas
Sampai saat ini, proses pengangkatan tersebut masih dalam proses pendataan. Jika sudah sesuai, maka diinput oleh BKPSDM dari NIK.
Setelah diinput, data tersebut dikembalikan lagi ke perangkat daerah. Para pegawai non-ASN pun melengkapi kembali lampiran-lampirannya.
Sampai saat ini, data tenaga honorer yang sudah diajukan dari seluruh perangkat daerah berjumlah di atas 4.000 orang.
“Sekarang teman-teman non-ASN sedang proses masuk lampiran. Batas waktunya sampai 30 September," tuturnya.
“Langsung dari pusat yang mengecek. Nanti mereka akan menginfokan ke kita, Pemkot Bandung butuh sekian kuota
Sebab, jumlah kuota PPPK per daerah ditentukan dari pemerintah pusat melalui Kemenpan RB. Jika kuota dari pemerintah kurang, maka tenaga honorer yang tak terakomodir akan menggunaka skema outsourcing.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
Konser di Jakarta, NCT Wish Ungkap Keseruan Jalan-Jalan ke Moja Museum hingga Syuting Lapor Pak!
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Biaya Bulanan Polytron Fox R: Sewa Baterai vs Kepemilikan Penuh Mending Mana?
-
12 Hero Counter Cici Mobile Legends Paling Ampuh untuk Bungkam Mekanik Yoyo
-
Redmi Diprediksi Siapkan Lini HP Murah Anyar, Varian 'R' Sasar Segmen Gaming?
-
Viral Perwira Polda Sulsel Asyik 'Party' di THM, Tenggak Miras dan Joget Bersama Wanita
-
Biaya Operasional Mobil Listrik Geely EX2 untuk Harian, Masih Bikin Kantong Bolong ?
-
Tanda Wajah Tidak Cocok dengan Moisturizer? Ini 4 Rekomendasi yang Aman
-
Fakta Unik Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Nilai 7 Truk Kalah Jauh dari Satu Mobil Mewahnya?