PURWAKARTA - Pengrajin keramik asal Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta terus berinovasi melahirkan desain dan motif baru untuk menarik pasar dalam dan luar negeri.
Kekinian, pengrajin di Desa Anjun, Kecamatan Plered membuat desain keramik dengan fungsi dan hiasan jenis pot bunga menyerupai motif batik, yang diberikan warna coklat muda terlihat tampak elegan dan mewah.
"Keramik ini motif Jepara hasil karya perajin asli warga sini," kata Kepala UPTD Sentra Kramik Plered, Mumun Maemunah, Jumat (30/9/2022).
Dia menyebut, pot bunga ini terdiri dari dua bagian yaitu pada bagian bawah ada tumpuan kaki-kaki untuk menopang beban wadah bunga dengan desain dan motif sama.
"Total ketinggian pot bunga berbahan dasar tanah liat itu diperkirakan sekitar satu meter, cocok di simpan dalam maupun luar ruangan. Motif ini sudah ada sejak awal tahun ini, peminatnya cukup banyak karena memiliki nilai estetika tinggi," katanya.
Mumun menambahkan bahwa para perajin kerap mendesaian keramik kemudian dipajang di UPTD Sentra Kramik Plered.
"Jika pengunjung berminat ke pot bung atau pot bunga lain diarahkan ke para perajin, atau sebaliknya untuk melakukan pemesanan. Kalau untuk pot bunga ini Rp750 ribu," terang Mumun.
Seperti diketahui, UPTD Sentra Kramik Plered, merupakan wisata edukasi juga tempat pemasaran keramik hasil buah tangan warga setempat. ***
Baca Juga: Buntut Perseteruan Nikita Mirzani VS Najwa Shihab, Menteri Susi Tak Terima: Ada Apa dan Kenapa?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Cepat Busuk dan Bebas Bau Tak Sedap
-
5 Sepatu Puma Lifestyle Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi