/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 15:59 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom)

PURWASUKA - Kematian ratusan orang dalam Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 kemarin malam diduga dipicu oleh gas air mata

Kala itu, polisi menembakan sejumlah gas air mata usai para supporter aremania merangsek masuk ke lapangan untuk menghapiri para pemain Arema FC.

Diketahui, FIFA sebelumnya sudah melarang penggunaan gas air mata di stadion. Namun, di kanjuruhan malah sebaliknya. Apa kalian tahu efek gas air mata?.

Laman Healthline menjelaskan kebanyakan orang sembuh dari gas air mata tanpa komplikasi. Namun, orang yang terpapar jumlah besar atau yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dapat mengalami gejala parah seperti gagal napas, kebutaan, dan bahkan kematian.

Beberapa efek potensial dari paparan gas air mata meliputi:

Efek pada mata

Segera setelah terpapar gas air mata, seseorang dapat mengalami gejala mata berikut:

- Mata berair
- Mata gatal
- Mata terasa terbakar
- Luka bakar di area mata
- Pandangan kabur
- Kebutaan

Efek pada pernapasan

Baca Juga: Gerak Cepat, PSSI Komunikasi dengan FIFA agar Tak Kena Saksi karena Tragedi Kanjuruhan

Menghirup gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas. Beberapa efek yang muncul yakni:

- Rasa terbakar dan gatal di tenggorokan
- Kesulitan bernapas
- Batuk
- Dada sesak
- Mual
- Muntah
- Gagal napas

Dalam kasus yang parah, paparan gas air mata konsentrasi tinggi atau paparan di ruang tertutup atau untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kematian.***

Load More