PURWASUKA - Kronoligis Tragedi Kanjuruhan mulai banyak beredar di media sosial. Hal ini karena semakin banyaknya yang penasaran dan membuat hilangnya nyawa 130 orang usai laga Arema FC vs Persebaya. Pertandingan itu berkahir 3-2 untuk kemenangan bajul ijo.
Diketahui, kejadian tersebut terjadi pada 1 Oktober 2022 kemarin malam. Lantas, bagaimana Kronoligis Tragedi Kanjuruhan?.
Dilansir dari Times Indonesia pada 2 Oktober 2022, Kronoligis Tragedi Kanjuruhan berawal ketika sejumlah Aremania menghampiri pemain. Pemain pun menyambut mereka. Pemain nampak meminta maaf atas kekalahan tersebut. Beberapa pemain seperti Alfarizi, Dedik Setiawan, Maringa dihampiri oleh beberapa Aremania
Melihat beberapa Aremania yang sudah turun membuat Aremania yang lain dalam jumlah lebih besar juga turun. Mereka juga mendatangi pemain. Beberapa pemain telah dievakuasi ke ruang ganti, namun beberapa pemain lain dengan tak terburu buru masuk ke lorong sambil meminta maaf ke supporter.
Mengetahui pemain telah masuk lorong ruang ganti membuat Aremania berkumpul didepan lorong. Pihak keamanan pun bersiaga di depan lorong pemain. Chaos pun terjadi. Beberapa personil keamanan memukul mundur Aremania dengan tongkat.
Sebaliknya beberapa suporter juga ada yang membalas dengan memukul personil keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri. Balasan pukulan ini membuat personil keamanan yang memukul mundur makin banyak. Aremania pun mulai banyak yang kembali ke tribun.
Gas air mata kemudian ditembakkan dengan maksud membubarkan massa. Namun asap justu mengarah ke penonton terutama yang berada di tribun utara. Kondisi ini membuat panik yang berada di tribun.
Korban pun mulai berjatuhan. Banyak Aremania yang membopong Aremania lain yang sudah terkapar. Ada yang bisa diselamatkan, ada yang tak bisa dan dinyatakan meninggal. Lorong dekat ruang ganti pemain mencekam.
Jumlah tenaga medis dan jumlah Aremania yang jadi korban tak sebanding. Alhasil banyak Aremania yang tak mendapat perawatan secara cepat. Banyak yang sudah meninggal di lorong stadion Kanjuruhan.***
Baca Juga: Terungkap! Ini Tiga Penyebab 130 Orang Supporter Meninggal Dunia, Salah Satunya Dipicu Gas Air Mata?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare