/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:41 WIB
Ilustrasi Dedi Mulyadi. (Jabarnews.com)

PURWAKARTA - Sidang cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi berlangsung di Pengadilan Agama setempat, Rabu (5/10/2022).

Pada sidang perdana ini, Dedi Mulyadi memutuskan tidak hadir. Alasannya, belum menerima surat panggilan dari Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta.

"Alasannya, (sampai hari ini) saya belum menerima surat panggilan dari Pengadilan Agama dalam bentuk fisik," ujarnya melansir dari Antara, Rabu (5/10/2022).

Meski hanya diwakilkan oleh kuasa hukumnya, namun Dedi Mulyadi menitipkan pesan untuk mencari jalan terbaik soal masalah rumah tangganya ini.

"Saya pesan kepada pengacara untuk cari jalan terbaik demi masa depan anak-anak," katanya kepada pengacara Ojat Sudrajat di Warung Ceu Ika yang berada di depan rumahnya. 

Perlu diketahui, Dedi Mulyadi sering berbelanja di warung tersebut. Tak hanya langganan dia saja, bahkan anak bungsunya Nyi Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri pun sama.

Pada saat pertemuan itu secara tiba-tiba Dedi dipeluk oleh seorang ibu yang belakangan diketahui bernama Umiyati Utari.

Umiyati merupakan seorang janda yang sudah sekitar sembilan bulan ditinggal wafat suaminya Dadan Suhendar. Untuk menghidupi keluarganya ia berkeliling berjualan bumbu dapur.

Dedi pun berkunjung ke rumahnya. Rupanya ia hidup dengan anaknya yang hingga kini sulit mendapatkan pekerjaan karena kerap dimintai uang oleh organisasi yang berada di sekitar perusahaan.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Menyerukan Untuk Tidak Mendukung Konten Yang Mempromosikan Pelecehan

Dedi Mulyadi berharap Umiyati bisa hidup mandiri dengan memberikan sejumlah modal termasuk membayarkan rumah kontrakan-nya selama enam bulan ke depan.

Dia juga memberikan sejumlah kebutuhan bahan pokok salah satunya beras yang ia panggul sendiri ke rumah Umiyati.

"Sehingga di hari bersejarah ini (sidang perdana gugatan perceraian isterinya), saya tetap menjalankan program-program kerakyatan dengan mengayomi para janda tua sehingga itu lebih bermakna," pungkasnya. ***

Load More