/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:03 WIB
Potret Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (Istimewa)

PURWASUKA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta menargetkan sebanyak 300 unit rumah akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) hingga akhir tahun ini.

Hal ini dikatakan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Ambu Anne mengatakan, bantuan Rutilahu akan direalisasikan secara bertahap.

Setiap keluarga yang mendapatkan program ini, akan mendapatkan bantaun sebesar Rp20 juta yang diberikan dalam bentuk perbaikan rumah.

"Hari ini kita salurkan bantuan itu kepada warga di Desa Sawah Kulon Kecamatan Pasawahan atas nama Aep, dia tinggal sendiri dengan kondisi fisik yang memang lemah karena memiliki riwayat sakit yang sudah lama. Hari ini kita akan menyerahkan bantuan rutilahu sebesar Rp20 juta, nanti akan dibantu secara administrasi oleh camat dan kades sawah kulon," katanya pada Kamis (20/10/2022).

Dia menerangkan, anggaran bantuan Rutilahu ini bersumber dari APBD II. Bantuan ini disalurkan pada program Gempungan setiap pekannya.

Sambungnya, setiap pekannya ada tiga sampai lima keluarga yang mendapatkan bantuan Rutilahu. Adapun targetnya mencapai 300 rumah hingga akhir tahun nanti.

"Jadi yang harus diketahui adalah sistemnya tidak bisa fleksibel, kecuali rumah yang roboh karena bencana alam kena longsor kemudian juga karena banjir dan kebakaran, nah itu bisa diproses pada saat itu, tetapi kalau rumah seperti kondisi rumahnya tidak layak huni ini, itu harus dientris datanya setahun sebelumnya, tetapi kita siapkan anggaran setiap tahun nya selalu ada," katanya melansir dari Tintahijau.com.

Ambu Anne mengaku, memiliki data penerima program tersebut secara by name by adress yang telah harus dientri ditahun sebelumnya oleh pihak desa dan kelurahan terkait. 

Realisasi bantuan satu tahun kemudian, sistem ini harus diketahui bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga: Tekad Besar Asnawi Mangkualam Tampil di K League 1

"Masukkan saja semua rumah tidak layak huni di wilayahnya masing-masing ke sistem, sehingga tidak akan ada yang tertinggal, karena kalau sudah masuk ke sistem nanti kita yang akan mengatur sesuai dengan kemampuan anggaran kita,"katanya.

Load More