PURWASUKA – Bencana tanah longsor di Kampung Cigoel RT 06/02 Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta mengakibatkan satu korban tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka, Rabu (2/11/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban tewas tertimbun longsor adalah seorang lansia Anda (55) dan tiga orang mengalami luka-luka yakni Muh (62), Iwan (26) serta Casim (51). Para korban merupakan warga Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong.
Kapolsek Bojong, Ipda Budiman menjelaskan, bahwa bencana longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu, mengakibatkan tebing setinggi kurang lebih 30 meter di Kampung Cigoel RT 06/02 Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong longsor.
"Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimbun longsoran. Jumlah korban ada empat orang. Saat kejadian mereka tengah beraktivitas di kebun," katanya.
Dia menyebutkan, longsor terjadi diduga akibat curah hujan tinggi dari beberapa hari lalu dan kontur tanah yang labil.
"Empat orang yang berada di kebun itu persis di bawah longsoran tidak sempat menghindar saat longsor terjadi," tambah Budiman.
Budiman menerangkan, adanya bencana longsor tersebut, petugas Polsek Bojong langsung menuju lokasi kejadian, bersama Babinsa Koramil Darangdan, petugas Kecamatan Bojong, BPBD serta masyarakat setempat, untuk mengevakuasi para korban yang terkena longsoran.
"Satu orang korban tewas telah dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan. Sedangkan tiga korban luka berada di Puskemas Kecamatan Bojong," katanya.
Guna mencegah terjadinya kejadian yang serupa yang mengakibatkan korban meninggal dunia, lanjut dia,maka dilakukan imbauan kepada warga yang rumah tinggalnya berada di titik-titik rawan tanah longsor agar lebih berhati- hati dan waspada apabila terjadi curah hujan yang tinggi.
Baca Juga: Indonesia Loloskan Dua Ganda ke Perempat Final ITF M25 Jakarta
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman bencana alam dimana curah hujan yang terjadi sore hari setiap hari hingga malam hari dapat menimbulkan pergeseran tanah. Ini yang harus diwaspadai masyarakat," pungkasny Budiman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Pemain Keturunan Indonesia Berdarah Jawa Ini Jadi Opsi Terbaik Lini Pertahanan Timnas Indonesia
-
LPDP Masih Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni AP Suami Dwi Sasetyaningtyas
-
Pengganti Bojan Hodak Buka Suara Redam Serangan Tengah dan Set Piece Madura United
-
Tolak Penumpang Siswi Big Size Berujung Viral, Driver Ojol Ini Klarifikasi
-
37 Kode Redeem FF 26 Februari 2026: Sikat Bundle P Joker dan Skin AUG Aurora
-
Selamat Tinggal Bojan Hodak
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Resep Nastar Wisman, Tekstur Empuk dan Lembut untuk Sajian Lebaran
-
7 Lokasi Tukar Uang Baru Selain via Aplikasi Pintar BI, Lengkap Syarat dan Caranya
-
Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina