PURWASUKA - Pondok pesantren (Ponpes) identik dengan lembaga pendidikan yang menitik beratkan pada ilmu keagamaan. Mayoritas ponpes mengajarkan para santrinya untuk hapal Alquran atau kitab-kitab yang jadi rujukan lembaga tersebut. Namun, berbeda dengan Ponpes Al-Muhjirin Purwakarta.
Di lembaga pendidikan tersebut, santrinya juga diajak untuk bisa berwirausaha. Salah satunya yakni pembuatan simping sayuran.
Diketahui, Simping merupakan makanan legendaris khas Purwakarta dan oleh-oleh khas kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat.
Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah mengatakan, para santri di ponpes Al-Muhajirin ini tidak hanya belajar agama saja, tetapi diajak untuk bisa berwirausaha.
"Kami berupaya memadukan, ilmu agama dan duniawi. Yakni, anak-anak santri dituntut untuk mampu jadi entrepreneurship melalui sektor usaha produktif di Ponpes Al-Muhajirin yang dijadikan ajang latihan para santri untuk berwirausaha," ucap Ifa, Jumat (11/11/2022).
Saat ini, lanjut dia, Yayasan Al-Muhajirin mengenalkan beberapa varian daripada produksi santri yaitu adalah simping sayuran yang mana ini adalah bagian daripada beberapa produksi yang dilaunching dari bidang pertanian.
"Alhamdulillah selain Simping, ada juga sektor usaha lainnya semacam roti kemudian juga ada catering dan bidang-bidang usaha lainnya senantiasa terus kami galakkan sebagai upaya dalam menunjang terhadap perekonomian Pondok Pesantren dan juga sebagi edukasi untuk para santri," Jelas Teteh Ifa, sapaa akrabnya.
Menurutnya, simping sayuran ini menjadi produk kebanggaan Ponpes Al-Muhajirin, khususnya simping ini adalah ciri khasnya Kabupaten Purwakarta sehingga menjadi bagian untuk menyokong daripada inovasi berbasis kearifan lokal.
"Simping sayuran ini juga adalah terobosan baru mengintegrasikan antara pertanian dengan produk olahan. Yang mana tentu kita tahu sayuran ini sangat bermanfaat bergizi dan baik untuk kesehatan dan tentunya juga tanpa adanya MSG dan pengawet ini menjadi bagian daripada solusi terhadap kudapan yang sehat untuk anak-anak kita," ungkap Teteh Ifa.
Baca Juga: Surat Izin Mengemudi Ratu Elizabeth II Terjual Dengan Harga Rp120 Juta
Ia menyebut, dengan produksi simping sayuran ini para santri mereka juga dilatih minimal memahami mengetahui bagaimana proses pembuatan makanan legendaris dari Kabupaten Purwakarta.
"Walaupun mungil kecil dan enak rasanya tetapi tahukah dibalik proses itu dibutuhkan ketelitian serta juga kerja keras yang luar biasa untuk membuat simping sayuran.
"Pendidikan Entrepreneur Al-Muhajirin ini bukan pesantren yang mempekerjakan santri. Namun, mereka itu belajar langsung berwirausaha. Para santri juga merupakan reseller beberapa produk jualan dari ponpes kami. Sehingga mereka punya penghasilan,” sebutnya.
Menurut Ifa, dengan bekal ilmu agama yang kuat, seorang santri dapat menjadi pengusaha yang tidak hanya sukses namun juga peduli pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
"Dengan dibekali Ilmu wirausaha tersebut, para Santri diharapkan mampu menjadi Enterpreneur Islami yang turut membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik," harapnya.
Ditempat yang sama salah satu santri Al-Muhajirin, Muhammad Fikri Fajar Abdurrohim mengaku senang dengan ikut terlibat dalam proses produksi simping sayuran ini.
Menurut pemuda berusia 19 tahun itu, di Pondok Pesantren Al-Muhajirin tak hanya diajarkan ilmu agama saja, tapi diajarkan juga berwirausaha.
"Di pondok pesantren Al-Muhajirin tidak hanya diajarkan materi yang berkaitan dengan agama saja namun di bekali juga materi dan peraktek kewirausahaan. Jadi setelah lulus dari Ponpes Al-Muhajirin ini saya akan kembangkan ilmu agama dan wirausaha yang saya terima," Ucap Fikri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Jokowi Ulang Tahun ke-65, Warga Geruduk Kediaman Pribadi di Sumber Solo
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Review Jodohku Om-Om: Konflik Tak Seberapa dengan Alur Manis bak Stevia
-
Ribuan Peserta Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp20 Miliar
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
Festival Kuliner hingga Digital Expo Siap Ramaikan BKB, LRT Palembang Cuma Rp43
-
5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan
-
Kesenjangan Literasi AI yang Diam-diam Menciptakan Kasta Baru di Kampus