PURWOKERTO.SUARA.COM – Bagi sebagian orang mendengar Pasuruan mungkin hanya dinilai sebatas Kota Pelabuhan yang pada masanya sempat Berjaya dan menjadi denyut nadi kerajaan-kerajaan di Jawa. Seperti Raja Airlangga pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah tahun 1009 -1042.
Bahkan hingga kini saat kalian pergi ke utara Pasuruan, Pelabuhan Tembikar bisa jadi jujukan untuk mengenang masa kejayaan jalur rempah-rempah nusantara di masa lampau. Konon di sini merupakan denyut nadi Kerajaan Kahuripan yang berpusat di Daha Kediri pada masa itu.
Namun tahukah kalian, Pasuruan juga punya banyak hal lain yang bisa dibanggakan warganya yang tinggal di sana. Saya perlu beri tahu apa yang bisa dibanggakan oleh warga Pasuruan sebagai perantauan yang sempat tinggal di sana, agar kalian pas melintas tidak hanya sekedar lewat saja.
Berikut beberapa hal yang perlu kalian ketahui tentang Pasuruan, biar lebih mengenal hal-hal lain tentang kota ini, jadi tidak sekedar Kota Pelabuhan saja.
1. Punya Pondok Pesantren Tertua
Tidak hanya Kaliwungu di Kendal Jawa Tengah, Pasuruan juga terkenal sebagai Kota Santri yang ada di Indonesia. Bahkan nama Pasuruan memiliki julukan ini lantaran jejak histori pesantren yang panjang. Salah satunya Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan yang tercatat sebagai pondok pesantren tertua di Indonesia, bahkan pondok ini didirikan pada tahun 1745.
Perlu diketahui, Pondok Pesantren Sidogiri merupakan pondok yang didirikan dari garis keturunan Sunan Gunung Jati. Bahkan pondok ini merupakan pemegang berbagai lini usaha termasuk retail berjaringan Basmalah Mart yang bersaing dengan Alfamart dan Indomart di sepanjang jalur-jalur Jawa Timur.
2. Tempat Lahir Ernest Douwes Dekker
Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker merupakan cucu sepupu dari Eduard Douwes Dekker, penulis novel Max Havelaar yang terkenal lewat nama pena Multatuli. Sama dengan Multatuli, Ernest pun selalu melakukan upaya-upaya perjuangan untuk kemerdekaan. Bahkan Ernest dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia atas jerih payahnya itu.
Ernest lahir di Pasuruan, pada 8 Oktober 1879 ia mendapat darah Jawa dari ibunya hingga memilih untuk berjuang bersama Ki Hajar Dewantara dan Cipto Mangunkusumo dengan mendirikan organisasi politik yaitu Indische Partij pada 1912. Bahkan ia dikenal pula sebagai penggagas nama "Nusantara" sebagai sebutan untuk Hindia Belanda yang merdeka.
3. Budaya yang Beragam
Pasuruan menyimpan beragam budaya mulai tarian hingga tradisi yang mengakar di masyarakatnya. Tarian Terbang Bandung, Tari Merak Abyor, Tari Kencring Wirasari adalah beberapa diantara. Sedangkan untuk tradisi juga sangat banyak yang bisa dinikmati mulai Pencak Silat Kuntu, Tabuh Lesung, Seni Hadrah Ishari, Petik Laut dan Manten Sapi.
Tradisi Manten Sapi menjadi yang paling saya ingat sebagai perantauan dan ini tentu bisa jadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Pasuruan. Tradisi ini dilakukan sebelum hari Raya Idul Adha, jadi biasanya sehari sebelum hewan kurban itu disembelih. Puluhan ekor Sapi kurban akan dirias secantik mungkin oleh masyarakat. Sebelum dirias, hewan kurban dimandikan lebih dahulu. Mereka dihias menggunakan bunga-bunga bahkan diberi pewangi layaknya seorang pengantin.
4. Tempat Tinggal Raja Jawa
Seperti diawal tulisan ini, Pasuruan yang masa itu menjadi denyut nadi pelabuhan kuno masa kerajaan. Membuat wilayahnya jadi perebutan raja-raja Jawa di masa lampau lantaran letaknya yang strategis. Bahkan Kerajaan Kahuripan yang awalnya berpusat di Kediri pernah berpindah pusat pemerintahan ke daerah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
Terkini
-
Daftar Rest Area Tol Cipali Jalur A dan B, Cek Lokasi dan SPKLU Mobil Listrik
-
Tak Punya Instagram, Reza Rahadian Ternyata Rajin Update Status WhatsApp
-
Bolehkah Salat Id Dua Kali Jika Lebaran Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda?
-
Tutorial Menahan "Lapar Mata" Pas Ngabuburit: Biar Saldo Gak Ikut-ikutan Puasa
-
Xiaomi Book Pro 14 dan Watch S5 Meluncur 19 Maret, Laptop OLED 3.1K dan Smartwatch 21 Hari Baterai
-
Resident Evil Requiem Pecahkan Rekor Penjualan Tercepat, Capcom Siapkan Konten Baru
-
Jangan Lupa! 5 Perlengkapan P3K Penting untuk Perjalanan Mudik
-
Kiat Hemat Menuju Kampung Halaman lewat Mudik Bareng Pertamina 2026
-
Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal
-
Siagakan Alat Berat, BPJN Riau Sebar 14 Posko Mudik di Jalur Lintas