PURWASUKA - Polres Subang menangkap dua orang komplotan penipu modus membeli kendaraan. Satu dari dua orang yang ditangkap berperan sebagai polisi gadungan.
Kapolres Subang, AKBP Sumarni mengatakan, komplotan penipu ini berjumlah enam orang. Namun yang baru ditangkap sebanyak dua orang yakni OK dan RK warga luar Kabupaten Subang.
Adapun modus yang digunakan oleh komplotan ini dengan cara berniat membeli kendaraan korban secara langsung alias Cash On Delivery (COD).
"Transaksi dilakukan dengan sistem Cash On Delivery (COD). Setelah kedua belah pihak menentukan waktu dan tempat, keduanya bertemu di daerah Dawuan," katanya pada Jumat (11/11/2022).
Para pelaku janjian bertemu dengan korban berinsial KA di suatu tempat dengan iming-iming akan membeli kendaraannya. Setelah mereka bertemu, kemudian si polisi gadungan mengacungkan senjata api ke arah korban.
"Ketika pelaku ini bertemu dengan si korban, pelaku memaksa korban masuk ke dalam yang mereka bawa. Sementara kendaraan yang akan dijual dirampas pelaku," ucap Sumarni.
Sambung Sumarni, kemudian kelima pelaku lainnya membawa kabur kendaraan korban. Sedangkan korban yang dibawa masuk ke dalam mobil komplotan ini kemudian di buang di Tol Cipali.
Korban yang tak terima kendaraannya di bawa kabur kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. Hingga akhirnya, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Sedangkan sisa empat pelaku lainnya saat ini sedang dilakukan pengejaran oleh Polres Subang.
"Dua orang sudah diamankan, dan empat orang masih DPO dalam pengejaran, identitas sudah kami kantongi," katanya mengutip dari Tribunjabar.id.
Sumarni menerangkan, kedua orang pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 dengan ancama penjara paling lama tujuh tahun.
"Akibat perbuatannya, saat ini kedua pelaku mendekam di sel tahana Mapolres Subang dan terancam pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian