PURWASUKA - UNAIR menjadi tuan rumah dalam konferensi internasional bertajuk “Bandung-Belgrade-Havana (BBH) in Global History and Perspective: What Dreams, What Challenges, What Projects for a Global Future?” Bandung-Belgrade-Havana (BBH) merupakan bagian dari Bandung Spirit Conference Series, konferensi berbasis komunitas yang diselenggarakan di sekitar Bandung Spirit Ideals.
UNAIR menjadikan BBH sebagai salah satu langkah dalam menyambut Group Twenty atau G20.
Kegiatan ini berlangsung pada 7 hingga 14 November 2022 dan dihadiri lebih dari 150 peserta yang tersebar dari 54 negara termasuk Indonesia. UNAIR sendiri menjadi tuan rumah pada 10-12 November. Pada Senin (7/11) peserta konferensi dari berbagai negara sampai di Jakarta. Setelah itu, mereka diajak berkeliling ke Bandung, Blitar, Surabaya, dan berakhir di Bali.
“Konferensi BBH mendorong partisipasi para scholars dari berbagai disiplin ilmu, mulai studi budaya, ekologi, ekonomi, geografi, sejarah, humaniora, bahasa, hingga manajemen. Konferensi ini juga dihadiri praktisi dari berbagai bidang professional dengan peserta di berbagai wilayah geografis, seperti Afrika, Amerika Utara dan Selatan, Australia, Asia, dan Eropa,” ujar Lina Puryanti, S.S., M.Hum., Ph.D., Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya UNAIR.
Terselenggaranya acara ini tidak lepas dari ide diskusi saat UNAIR menjadi salah satu panitia The Rise of Asia, sebuah seri konferensi di Prancis. Bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (Jakarta), Universitas Padjadjaran (Bandung), dan Universitas Udayana (Bali), UNAIR sepakat untuk menyelenggarakan conference series di Indonesia dengan konsep roadshow.
Lina Puryanti, S.S., M.Hum., Ph.D., yang juga menjabat sebagai ketua konferensi BBH dari UNAIR itu menyebutkan bahwa selain terinspirasi dari KTT Asia-Afrika, konferensi BBH ini diselenggarakan untuk mengimplementasikan amanat Bapak Presiden Indonesia dalam Asian-African Summit, 2015 sebagai upaya untuk mengantisipasi tantangan, kekerasan, konflik, dan radikalisme di masyarakat, serta menghormati dan melindungi hak-hak masyarakat.
Dalam konferensi BBH, Universitas Airlangga berusaha menyiapkan wacana yang menyeimbangkan bagi masyarakat global, hasil dari diskusi dalam konferensi ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi pemerintah Indonesia, negara-negara GNB, dan negara-negara BRICS pada KTT G20.***
Penulis: Ika Adillah
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak