PURWASUKA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat meminta masyarakat waspada terhadap potensi hujan dan angin kencang yang diprediksikan terjadi pada malam hari.
Hal ini sebagaimana imbauan dalam peringatan dini berupa potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Kabupaten dan Kota di Jawa Barat yang disampaikan BMKG pusat berlaku hari ini (Kamis, 24 November 2022).
Dalam rilis peringatan dini tersebut, BMKG pusat menyebutkan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di beberapa Kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.
Berikut wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang diantaranya:
1. Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Purwakarta, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Jatiluhur, Plered, Sukatani, Darangdan, Maniis, Tegalwaru, Wanayasa, Bojong, Babakancikao, Pondoksalam dan Kiarapedes.
2. Kabupaten Sukabumi
Di Kabupaten Sukabumi, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Pelabuhanratu, Simpenan, Bantargadung, Cikidang, Lengkong, Jampang Tengah, Warung Kiara, Cikembar, Waluran, Jampang Kulon, Ciemas, Kalibunder dan Surade.
Meluas sampai wilayah Cibitung, Ciracap, Sukaraja, Cireunghas, Sukalarang, Pabuaran, Purabaya, Nyalindung, Gegerbitung, Sagaranten, Curug Kembar, Cidolog, Cidadap, Tegal Buleud dan Cimanggu.
3. Kabupaten Cianjur
Sedangkan di Kabupaten Cianjur, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Warungkondang, Cibeber, Cilaku, Ciranjang, Bojongpicung, Karangtengah, Sukaluyu, Cugenang, Sukanagara dan Campaka.
Hingga daerah Takokak, Kadupandak, Pagelaran, Tanggeung, Cibinong, Sindangbarang, Agrabinta, Cidaun, Naringgul, Campakamulya, Cikadu, Gekbrong, Cijati, Leles, Haurwangi dan Pasirkuda.
Baca Juga: Dari Purwakarta Untuk Cianjur, Ratusan Dus Mie Instan dan Air Mineral Dikirimkan Untuk Korban Gempa
4. Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Cileunyi, Bojongsoang, Margahayu, Margaasih, Katapang, Dayeuhkolot, Banjaran, Pameungpeuk, Pangalengan, Arjasari, Cimaung, Cicalengka, Nagreg.
Termasuk di wilayah Cikancung, Rancaekek, Ciparay, Pacet, Kertasari, Baleendah, Majalaya, Solokanjeruk, Paseh, Ibun, Soreang, Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, Cangkuang dan Kutawaringin.
5. Kabupaten Garut
Sementara di Kabupaten Garut, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Karangpawitan, Wanaraja, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, Samarang, Pasirwangi, Leles, Kadungora, Leuwigoong, Bayongbong, Cigedug, Cilawu.
Meluas sampai wilayah Cisurupan, Sukaresmi, Cikajang, Banjarwangi, Singajaya, Cihurip, Peundeuy, Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, Cikelet, Bungbulang, Mekarmukti, Pakenjeng, Pamulihan, Cisewu, Caringin, Talegong, Bl. Limbangan, Cibiuk dan Sucinaraja.
6. Kabupaten Tasikmalaya
Lalu di Kabupaten Tasikmalaya, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Cipatujah, Karangnunggal, Cikalong, Pancatengah, Cikatomas, Cibalong, Parungponteng, Bantarkalong, Bojongasih, Culamega, Bojonggambir.
Hingga wilayah Sodonghilir, Taraju, Salawu, Puspahiang, Tanjungjaya, Sukaraja, Salopa, Jatiwaras, Cineam, Karang Jaya, Manonjaya, Gunung Tanjung, Cigalontang, Leuwisari, Padakembang, Sariwangi dan Sukaratu.
7. Kabupaten Subang
Di Kabupaten Subang, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Sagalaherang, Kalijati, Jalancagak, Cipeunduey, Serangpanjang, Kasomalang, Dawuan, Ciater.
Hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Sumedang, Pangandaran, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar. ***
Berita Terkait
-
Menunggang Sepeda Motor Matik di Musim Hujan, Jaga Genangan Air Supaya Tidak Masuk Mesin
-
Cuaca Ekstrem, Peringatan Banjir dan Tanah Longsor Diberikan BMKG Buat Warga Kaltim
-
Payung Teduh Kembali Bersatu dalam Nama Parade Hujan
-
Tingginya Realisasi Investasi di Jabar Dikritik Yod Mintaraga, Gara-gara Tak Serap Tenaga Kerja
-
CEK FAKTA: Bermain Smartphone Saat Hujan Bisa Tersambar Petir?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi