PURWASUKA - Forum Pemekaran Pantura Subang (FP2S) terus mengawal rencana pemekaran wilayah Pantura Subang atau Kabupaten Subang Utara. Hal ini ditegaskan Asep Maulana selaku tokoh masyarakat Pantura.
Asep menerangkan, perkembangan pemekawan wilayah Kabupaten Subang tinggal selangkah lagi. Bahkan, FP2S saat ini sedang mengumpulkan kelengkapan administratif untuk semakin memantapkan Kabupaten Subang Utara.
“Pemekaran kabupaten Subang Utara terus dikawal oleh FP2S. Untuk pemekaran Subang Utara tersebut tiggal satu langkah lagi, rekan-rekan sudah berusaha mengumpulkan semua kelengkapan administratif mengenai musyawarah desa,” katanya.
Dia menerangkan, Bupati dan DPRD Kabupaten Subang tinggal menentukan SKB yang menyetujui tentang pemekaran wilayah Subang Utara. Setelah SKB itu diterbitkan, kemudian akan diajukan ke tingkat provinsi untuk langkah selanjutnya.
Adapun nantinya, SKB tersebut akan dikaji terlebih dahulu oleh Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Barat terkait dengan pemekaran wilayah Subang Utara.
Kemudian bila SKB tersebut disetujui oleh Gubernur dan DPRD Provinsi Jabar akan diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selanjutnya, akan ada tim kajian khusus dari Kemendagri untuk mengkaji pemekaran wilayah Subang Utara.
“Setelah ada SKB di provinsi barulah menginjak ke nasional. Nah di nasional itu yang mengakomodir segala sesuatunya Kementrian Dalam Negeri,” katanya mengutip dari pasundan.jabarekspres.com.
Asep menerangkan, masyarakat Subang Utara diklaim sudah sangat siap dengan adanya pemekaran ini. Namun tinggal menunggu keluarnya SKB tersebut.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa pemekaran tersebut sudah diatur oleh undang-undang, dan pemekaran tersebut bagian dari kesejahteraan rakyat. Karena dengan adanya pemekaran Pantura Subang pelayanan publik lebih dekat, dan memudahkan masyarakat.
Baca Juga: 7 Perusahaan Belanda Minat Impor Produk Tani dari Indonesia, Komoditas Apa Saja?
“Apabila Kabupaten Subang ini terbagi dua otomatis dana alokasi yang dari pusat itu perimbangannya jelas, dan itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di wilayah Subang Utara,” pungkas Asep.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026