/
Senin, 19 Desember 2022 | 12:22 WIB
Logo Nahdlatul Ulama. (Istimewa)

PURWASUKA - Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Kurnia Permana Kusumah menilai, pernyataan Gubernur Jabar Ridwan Kamil soal kucuran anggaran sebesar Rp1 triliun untuk NU bikin kisruh dan berpotensi besar memecah belah umat.

“Jadi hanya memecah belah, bikin kisruh. Pernyataan Emil tidak menenangkan, tidak membuat nyaman pengurus NU Jawa Barat, karena kita akan dikejar pengurus cabang. Jadi tidak bertanggung jawab pernyataan itu,” katanya pada Sabtu (17/12/2022) mengutip dari Jabarnews.com.

Kang Udeng sapaan akrabnya mengatakan, Ridwan Kamil dianggap telah menyeret NU Jabar ke ranah konflik. Mengingat, anggaran yang diterima oleh para pengurus diakuinya sangat kecil.

Dia pun meminta Ridwan Kamil untuk menyebutkan siapa saja yang menerima anggaran tersebut. Jangan sampai pernyataan itu malah membuat keruh di internal pengurus NU Jabar.

“Jumlah satu triliun itu kan total, artinya ada beberapa pihak yang menerima bantuan. Jadi harus dijelaskan siapa saja yang menerima, kita harus verifikasi, tidak bisa diklaim begitu (semua NU -red). Jadi akhirnya kita (PWNU) terbebani, seolah-olah kita telah mendapat bantuan sebesar satu triliun, padahal mana, tidak ada itu,” katanya.

Hingga sekarang, disebutkan pihaknya belum menerima laporan dari pengurus NU Jabar soal klaim kucuran dana dari Ridwan Kamil sebesar Rp1 triliun. Kang Udeng menerangkan, PWNU Jabar setiap tahun hanya terima sekitar Rp2,4 Milyar.

Kemudian, para penerima hibah dari anggaran yang diklaim Ridwan Kamil tersebut harus diidentifikasi dan diverifikasi datanya.

“Harus diverifikasi, apakah itu benar atau tidak? Ridwan Kamil harus menjelaskan lebih detail ke mana bantuan ini mengalir,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim telah menyerahkan dana senilai Rp 1 triliun lebih kepada Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat. Dana sebesar itu ia serahkan dalam beberapa program.

Baca Juga: Dukung Percepatan Transformasi Digital, Elitery Siap Melantai di BEI

Misalnya untuk mendukung dakwah, kata Ridwan Kamil, dana yang ia serahkan sebesar Rp160 miliar. Dana sebesar itu, hamper 80 persennya diperuntukan untuk JQH (Jam’iyyatul Qurra wal Huffah) dari NU.

Sementara pada program kedua, pemberian dana hibah difokuskan pada program ekonomi kemandirian umat melalui pesantren, dengan nama program One Pesantren One Product (OPOP).

Anggaran yang telah ia kucurkan untuk program ini sebesar Rp220 Milyar, di mana 70 persennya diserahkan kepada pesantren-pesantren NU di Jawa Barat.

Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga mengaku telah memberikan dana hibah untuk Nahdlatul Ulama (NU) beserta elemen-elemennya secara bertahap. Pada tahun 2019, dana hibah diserahkan sebesar Rp231 Milyar.

Lalu, tahun 2020 dana hibah sebesar Rp109 Milyar. Tahun 2021 sebesar Rp83 Milyar, dan terakhir 2022 ini sebesar Rp253 Milyar.

“Alhamdulillah, tahun ini covid sudah surut, hibah untuk keluarga besar NU dengan segala elemennya naik kembali menjadi 253 miliar,” ujar Ridwan Kamil saat memberikan pidato pengantar pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Kab. Purwakarta, Sabtu (17/12/2022).

Ridwan Kamil menegaskan, jika anggaran-anggaran tersebut dijumlahkan, lebih dari 1 triliun telah ia berikan selama memimpin Jawa Barat lebih dari 4 tahun.

Namun, rincian yang disampaikan Ridwan Kamil tersebut, jika dijumlahkan hanya kurang dari satu triliun rupiah.

Dan jika rata-rata per tahun APBD Jabar sekitar 45 triliun, (sumber katadata.co.id menyebutkan APBD Pemprov Jabar TA 2021 sebesar Rp.44,71 Triliun), selama 4 tahun menjabat totalnya sekitar 180 Triliun. Dan angka yang diklaim satu triliun lebih untuk Nahdlatul Ulama Jawa Barat, hanya 0,55 persen dari total APBD Provinsi Jabar selama 4 tahun.

Load More