PURWASUKA - Tanaman enceng gondok dikenal sebagai tumbuhan gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Namun rupanya dibalik kerugian yang ditimbulkan juga memberikan manfaat menjadi sesuatu hal yang bernilai ekonomis.
Seperti yang dilakukan Susi Lestari, warga Kampung Cibule, Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.
Ditangan dara cantik berusia 17 tahun itu tanaman gulma yang menganggu aktivitas warga saat menggunakan transportasi air di wilayah waduk jatiluhur itu disulap menjadi sebuah kerajinan tangan.
Susi bercerita, awalnya menekuni anyaman dari eceng gondok ininbermula dari keprihatinan atas pertumbuhan tanaman dengan nama ilmiah Eichornia crassipes itu massif dan merajai di Waduk Jatiluhur.
"Ide membuat kerajinan tangan dari eceng gondok ini, karena saya liat banyak ditemukan eceng gondok dan kadang dianggap mengganggu di waduk Jatiluhur. Kebetulan rumah saya tidak jauh dari waduk jatiluhur ini," ucap Susi, Senin (19//12/2022)
Wanita yang lahir pada Agustus 2005 itu, mengaku kerajinan tangan tersebut dibuatnya tersebut setelah sebelumnya mengikuti pelatihan agar hasil yang diperoleh lebih menarik dan bernilai ekonomi.
"Saya melihat kreativitas yang sudah ada. Jadi, saya juga merasa tertantang bagaimana memanfaatkan tanaman hama yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi,” tutur Susi.
Setelah pelatihan, mojang cantik Asli Kecamatan Sukasari itu terus mengembangkan dirinya. Tidaklah sulit dan tanpa kendala berarti, sebab bahan baku utamanya ia dapatkan secara cuma-cuma.
"Modalnya tidak banyak, karena hanya memerlukan eceng gondok yang gratis didekat rumah dan peralatan yang dibutuhkan seperti gunting dan mall kayu,” kisah Susi.
Baca Juga: Hunting Panganan dan Oleh-Oleh Khas Palembang di Kampung Pempek 26 Ilir
Dari tangan terampilnya ia berhasil membuat aneka kerajinan seperti tas, topi, tempat tisu, dan berbagai macam lainnya yang tentunya berbahan dasar eceng Gondok.
Susi berkisah, sebelum diolah atau dibentuk, eceng gindok terlebih dahulu dikeringkan selama empat hari hingga satu minggu. Bila sudah mengering optimal, lalu dibasahi kembali untuk memudahkan dirajut.
Demi mengembangkan skillnya, Susi terus mempelajari dari berbagai sumber yang ada di internet, baik itu melalui media sosial ataupun artikel untuk memperluas pengetahuan dan kecakapannya.
Susi meyebut, di wilayah tempat tinggalnya sendiri, ia melihat antusias warga masih kurang menggeluti kerajinan eceng gondok.
Padahal, sambung dia, potensi ekonomi dari hasil kerajinan tangan berbahan tanaman gulma ini sangatlah lumayan.
"Namun, saya optimis kreativitas yang dilakukan in punya prospek pasar yang baik ke depannya dan bisa dikembangkan di masyarakat yang berada di lingkungan dekat rumah saya ini," Ucap dara cantik yang meruapakan alumi SMPN 2 Sukasari.
Ia berharap, karya-karyanya dapat diterima ke depannya sebagai sebuah karya kreatif yang ramah lingkungan.
“Harapan saya, karya kami bisa dikenal, diberi semangat. Diberi peluang untuk dapat dipasarkan baik di Kabupaten Purwakarta ataupun diluar Kabupaten Purwakarta agar kami bisa semakin berkembang,” tutur Susi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan