PURWASUKA - Bupati Cianjur, Herman Suherman angkat bicara soal pelaporan dirinya ke lembaga anti rasuah oleh Acsena Humanis Foundation. Namun demikian, saat ini dirinya mengaku hanya fokus bekerja untuk perbaikan pasca gempa Cianjur.
"Saya saat ini fokus kerja saja dan tidak berpengaruh," katanya pada Selasa (27/12/2022).
Sebelumnya, Bupati Cianjur dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan bantuan korban terdampak gempa.
Ditanya soal tudingan di jual ke pasar, dan sembako ada salah satu partai dan kontek lain yang dilaporkan, Bupati Cianjur menjawab, silahkan itu masing-masing bisa menilai dan masyarakat. Dan, yang penting tidak apa-apa.
"Kalau ucapan boleh-boleh saja dan bisa menilai masing-masing," katanya.
Dia mengungkapkan, sampai saat ini pelayanan kinerja tidak terhambat dengan adanya pelaporan tersebut. Artinya, santai dan tentang-tenang saja.
"Artinya tidak melakukan hal yang ditudingkan tersebut," terang Bupati Cianjur.
Lebih lanjut, Herman memaparkan, sebetulnya semuanya permasalahan ini gak dijawab sama dirinya. Tadi sudah disampaikan jelas, masuk dan keluar pengelolaan bantuan tersebut ditulis secara terperinci, dan ada bukti-buktinya.
"Catatan di buku sudah jelas penerimaan siapa saja," katanya.
Baca Juga: Seru! Ini 5 Manfaat Bermain Kartu Uno yang Perlu Kamu Tahu
Sebagaimana diketahui, KPK menerima pengaduan warga soal dugaan penyelewengan bantuan bencana oleh Bupati Cianjur Herman Suherman. Laporan itu menyebut Herman diduga menyelewengkan bantuan korban yang terdampak gempa bumi.
Kemudian, aduan tersebut dilaporkan oleh Acsena Humanis Foundation pada Jumat (23/12/2022) lalu. Bahkan, Bupati Cianjur diduga memotong SOP yang sudah dibuat BNPB, serta me-repacking bantuan menjadi berbeda.
Sementara, pelapor menyebut Herman menyelewengkan bantuan dari Emirates Red Crescent berupa dua ribu lembar selimut, 25 ton beras, 1000 paket kebersihan, dan 500 lampu tenaga solar untuk tenda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Mau Ditangkap, Benjamin Netanyahu Minta Zohran Mamdani Jadi Walikota untuk Muslim Hingga Yahudi
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026
-
Bisnis Merchant Tumbuh, Transaksi QRIS Meningkat Berkat Transformasi Digital BRI
-
Nyawa Dibayar Ayam Sabung: Alarm Keras untuk Penegakan Hukum dan Nurani Kita
-
Ekshumasi Jadi Opsi! Polisi Bakal Bongkar Makam Sutrimo Demi Ungkap Tabir Kematian
-
BRI Genjot Transformasi Digital, Merchant Berkembang dan Transaksi QRIS Melesat
-
Rupiah dan Saham Melemah Imbas Gubernur BI Mundur, Ini Langkah Prioritas Pejabat Sementara
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Review Buku Bored: Petualangan Rita Melawan Kebosanan dengan Imajinasi
-
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara