PURWASUKA - Klaim Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang memberikan dana sebesar Rp1 triliun untuk PWNU Jabar menuai polemik. Bahkan hal ini menjadi sorotan DPRD Jabar.
Menyoal 'Kesra Jabar Gate' ini, Anggota DPRD Jabar Ihsanudin meminta Ridwan Kamil agar lebih bijak dalam menyampaikan sesuatu. Bahkan, harus disertai dengan data-data yang valid sehingga tidak menjadi polemik di kemudian hari.
“Ini soal penyampaiannya statmen telah membantu Rp1 triliun itu dihadapan pengurus PWNU yang saat itu sedang melakukan musykerwil dan penyampaian itu tidak dilampirkan dengan data-data yang akurat,” ujarnya melansir dari JabarNews.com, Rabu (28/12/2022).
Ihsanudi menerangkan, saat pihak PWNU Jabar meminta klarifikasi Ridwan Kamil yang datang hanya Biro Yansos. Adapun data-data yang disampaikan yakni dari 14 Kabupaten/Kota, yang faktanya hanya membantu madrasah dan pesantren NU.
“Sementara ‘kan PWNU Jabar atasnama institusi tidak tahu keakuratannya, apakah betul itu sekolah atau pesantren NU. Kalau tidak ‘kan merasa dirugikan atasnama bendera NU-nya,” katanya.
Menurut Ihsanudin, PWNU Jabar hanya menerima sekitar 2,4 miliar per tahun dari dana hibah. Terkait, dana Rp1 triliun, dia menduga bahwa Ridwan Kamil hanya menyampaikan citra yang baik bagi dirinya karena sedang memimpin.
“Cuman, harus tabayyun karena pak RK yang bilang begitu, bertanggung jawab menyampaikan klarifikasi,” ucapnya.
Di sisi lain, Ihsanudin menyampaikan, pernyataan Ridwan Kamil itu bisa menjadi temuan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jika bantuan yang dimaksud tersebut masuk ke kantong oknum NU.
“Saya nggak tahu ya, kalau misalkan diberikan cuma-cuma misalnya ke person orang NU, ya itu pasti temuan, gratifikasi. Kalau itu dilaksanakan secara benar sesuai prosedur, administrasinya baik, ya tidak akan jadi temuan,” ujarnya.
Baca Juga: Menperin Akan Tetapkan Mobil Listrik yang Layak Dapat Insentif
Meski begitu, Ihsanudin menuturkan bahwa Gubernur punya visi, salah satunya adalah memperbaiki sarana pendidikan. Visi ini, lanjut Ihsanudin, dibarengi dengan anggaran hibah untuk memperbaiki sekolah, institusi pesantren.
“Emang itu program pemerintah dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Cuman yang saya sayangkan pak Gubernur memberikan stetmen di depan umum tapi tidak dibarengi dengan data yang akurat,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Apa Arti Mimpi Kecebur Sungai atau Got? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Infinix HOT 70 Meluncur di Indonesia, Andalkan Helio G100 Ultimate dan Desain Dynamic Shine Unik