PURWASUKA - Petani ikan yang membawa ikan mati di Kolam Jaring Apung (KJA) diserbu Warga Desa Jatimekar, Jatiluhur, Purwakarta. Petani sengaja membawa ikan itu menggunakan perahu ke daratan di wilayah Kampung Serpis untuk dibagikan kepada warga sekitar
Salah satu pemilik kolam, Nono Supriatna, mengatakan, ia memberikan ikan itu karena terjadi kematian massal pada ikan yang sudah ia tanam dua bulan lalu di kolam jaring ikan. Kematian terjadi pada Minggu (1/1/2023) malam.
"Sebenarmya yang mati banyak banget ada sekitar 18 Ton, cuma yang di perahu itu yang ke bawa aja. Sengaja di bawa untuk dibagikan ke warga siapa tau ada yang membutuhkan untuk ikan asin. Daripada dibuang," katanya, Selasa (3/1/2023).
Ia menyebut, ikan itu tidak semua mati, ada yang masih mengap-mengap dan ada yang mati namun masih segar karena baru mati beberapa waktu lalu.
Warga sekitar langsung berbondong-bondong mendekati perahu, mereka membawa berbagai wadah seperti plastik besar, karung, ember hingga wadah yang bisa menampung ikan lebih banyak.
Mereka bergantian menaiki perahu karena jika terlalu penuh khawatir perahu terbalik atau khawatir warga jatuh ke danau jatiluhur.
Mereka ada yang membawa alakadarnya ada juga yang membawa hingga puluhan kilo, mulai dari anak kecil hingga orang tua ikut antre dan mengambil ikan itu.
"Iya ini ngambil ikan, di kasih sama pak nono. Ikannya mau di buat pepes," ujar Mak Enah.
Hal senada dikatakan warga lain, Ida, ia sengaja datang ke lokasi ini meski berjarak jauh, ia mengetahui ada pembagian ikan mati di grup aplikasi pesan.
Baca Juga: Jejak Buruk Vietnam Berhadapan dengan Timnas Indonesia, Bakal Terulang?
"Di grup, siapa yang butuh ikan datang ke sini. , iya ikan mati tapi kebanyakan yang masih seger, bisa juga buat olah pepes. Ini ngamb dua kantong kresek yang gede-gede, ada 20 kilo-an mah," katanya.
Kematian massal ikan ini terjadi akibat cuaca buruk, sepakan perairan waduk Jatiluhur tidak di sinari matahari yang menghangatkan suhu air, oksigen di dalam air habis dan air menjadi sangat dingin, ikan perlahan terkapar dan mati mengambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing
-
Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta
-
Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan
-
Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar
-
Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
5 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Binjai
-
Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi