PURWASUKA - Suara bising yang tercipta dari pantulan mainan lato-lato dianggap dapat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal ini diungkapkan oleh Guru SD Negeri Karawang Kulon III, Eka Favonita.
Eka menilai, mainan lato-lato ini bisa membawa dampak negatif bagi anak didiknya. Bila, mainan tersebut sampai dibawa ke lingkungan sekolah.
Suara nyaring dari mainan ini dinilai sangat mengganggu proses KBM. Alasannyam, suara berisik dari lato-lato bisa mengganggu fokus siswa belajar.
Dia pun mengaku resah soal demam lato-lato yang terjadi saat ini. Bahkan, dikatakannya pada saat hari pertama KBM kembali mulai pada Senin (9/1/2023) banyak anak didiknya yang membawa mainan tersebut ke sekolah.
“Itu bisa mengganggu proses pembelajaran dan membahayakan juga kalau terlempar,” ucapnya, Selasa (10/1/2023).
Eka mengatakan, pihak sekolah sampai mengimbau kepada orang tua siswa agar anaknya tidak membawa lato-lato ke sekolah.
“Alhamdulillah setelah dihimbau dari kemarin dan lewat grup WhatsApp ke wali murid, hari ini tidak ada yang membawa mainan tersebut,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.
Sementara itu, Kepala SDN Cibalongsari 3 Klari, Karawang Lela Nurlaela mengaku, memberikan arahan kepada siswa agar tidak membawa mainan tersebut ke sekolah.
“Kemarin juga ada yang bawa, langsung kita arahkan agar jangan bermain lato-lato di sekolah,” katanya.
Baca Juga: Megawati Akan Berulang Tahun: Saya Hanya Rayakan dengan Orang Dekat, yang Bukan Sahabat Gak Diundang
“Kita edukasi, selain nantinya bisa menganggu proses pembelajaran, juga kita tekankan potensi bahayanya. Kalau ada kejadian yang tak diharapkan, kan pihak sekolah juga yang harus bertanggung jawab,” tambah Lela.
Kemudian, Kepala SDIT Al Bakhtiar Karawang, Amal mengaku, khawatir permainan lato-lato membuat sekolah yang idealnya aman dan nyaman dalam belajar malah menjadi sebaliknya.
“Karena suaranya itu cukup mengganggu,” ucapnya.
Alasan kekhawatiran Amal bukan tanpa sebab. Disebutkannya, seorang pelajar di Kabupaten Purwokerto terluka akibat main lato-lato.
Dari contoh itu, pihaknya melarang siswa untuk membawa lato-lato ke sekolah.
“Tadi awal masuk sekolah, saya juga minta ke para guru untuk mengawasi peserta didik. Selain mengganggu pembelajaran, lato-lato ini juga berbahaya,” katanya.
Dia meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang untuk menegaskan larangan membawa lato-lato ke sekolah.
“Setahu saya, di Kabupaten/Kota lain sudah ada larangan membawa lato-lato ke sekolah, kalau di Karawang sendiri belum ada tuh, semoga saja ada respon dari Disdikpora Karawang,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah