PURWASUKA - Pengerjaan proyek pembangunan lima Puskesmas di Kabupaten Karawang yang molor membuat kecewa Bupati Cellica Nurrachadiana. Bahkan, pemborong proyek tersebut pun diancam akan dicoret karena kinerjanya mengecewakan.
“Pelaksana pihak ketiga yang lambat atau pekerjaannya tidak memuaskan, saya larang ikut lelang satu tahun ke depan,” ujarnya, Rabu (18/1/2023).
Bupati mengatakan, proyek pembangunan lima Puskesmas tersebut seharusnya sudah selesai pada tahun 2022. Namun hingga kini belum bisa dioperasikan.
“Pembangunan harus selesai di akhir Januari. Walaupun mestinya akhir tahun lalu puskesmas-puskesmas ini sudah bisa digunakan,” katanya.
Cellica pun mengatakan, akan menggandeng pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang sebagai komitmen pembangunan di wilayahnya.
Pada kunjungannya di Puskesmas Pacing, Kecamatan Jatisari, Rabu (18/1/2023) dirinya menyampaikan sejumlah catatan perbaikan.
“Beberapa bagian perlu disempurnakan lagi, terutama cat yang tidak rata dan beberapa krain air tidak mengalir. Saya minta secepatnya diperbaiki,” ucapnya mengutip dari Tvberita.co.id.
Puskesmas Pacing, kata dia, merupakan puskesmas Dengan Tempat Pelayanan (DTP) ke 34 yang dibangun melalui anggaran tahun 2022.
Dia menargetkan 50 puskesmas DTP bisa terbangun sampai tahun 2024 sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD.
Baca Juga: Ditinggal Wamil, Ini Lagu Solo Jin BTS yang Obati Rasa Rindu!
Sehingga jejaring layanan kesehatan lebih menjangkau masyarakat luas.
“Kami juga siapkan alat-alat kesehatan penunjang seperti USG, alar pendeteksi TBC dll. Sehingga mempermudah rakyat agar tidak terlalu jauh berobat ke RSUD,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu