/
Senin, 30 Januari 2023 | 09:18 WIB
Ilustrasi kasus penipuan. (Dok.Istimewa)

PURWASUKA - Sekitar 150 jemaah asal Kabupaten Purwakarta tertipu travel Duta Kreasi Global yang menawarkan jasa umrah dengan harga murah dan bisa dicicil. Kerugian akibat travel bodong ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Salah seorang korban, Maryono (48) mengatakan, kebanyakan korban travel bodong ini karena harga jasa umrah dengan harga yang relatif murah. Setiap satu orang jemaah ditarif Rp25 juta untuk perjalanan umrah.

Selain harga yang murah, travel bodong ini juga menawarkan cicilan bagi calon jemaah umrahanya. Namun demikian, hingga kini ratusan jemaah umrah asal Purwakarta belum diberangkatkan.

Dia menceritakan, travel ini menjanjikan jemaah akan berangkat umrah pada 25 Januari 2023. Namun malah terus ditunda dengan alasan yang tidak jelas, hingga kemudian dialihkan ke Pesantren Ahsanul Hikam, Kota Bandung,

“Paspor sudah waktu malem dikembalikan. Cuman sekarang kami lagi nunggu uang karena jamaah sudah memberi Rp 25 juta itu bisa dicicil,” ucapnya.

Maryono mengaku, dirinya tahu travel ini dari temannya yang sesumbar pernah memberangkatkan puluhan jemaah untuk umrah pada Oktober 2022 lalu.

Namun, kemudian dirinya pun sempat curiga dengan travel ini yang menawarkan sejumlah kemudahan bagi calon jemaah yang ingin berangkat umrah. 

“Saya tau travel ini dari temen dan katanya sebelumnya juga pernah memberangkatkan sekitar 50 jamaah di bulan Oktober, tapi ada juga yg bilang baru kali ini,” ucapnya.

“Tadinya saya udah curiga karena kalau travel-travel resmi itu pasti ada di webnya tapi ini enggak,” tambah Maryono.

Baca Juga: Hari Ini Jaksa Jawab Pembelaan Putri Candrawathi Yang Mengaku Banyak Difitnah Termasuk Soal Selingkuh Dengan Kuat Ma'ruf

Dia berharap agar pihak travel bertanggungjawab dan mengembalikan uang jemaah.

“Harapan kami mah uang kembali lah ya karena kalau paspor sama koper itu udah dikembalikan,” imbuhnya.

Salah seorang keluarga korban, Deden Budiana (30) menyampaikan, jemaah yang tertipu travel meliputi dari Kakek, Nenek, dan Kaka beserta istrinya.

Sejak mengantar keberangkatan pada Selasa (24/1), pihak keluarga juga sempat merasa aneh karena jemaah tidak diantar langsung ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta, melainkan malah di-drop di Bandung.

“Dan pas tadi subuh saya ditelepon sama kaka saya sambil nangis minta dijemput karena gak jadi berangkat,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.

Deden mengulas, jemaah dijanjikan berangkat sejak bulan Desember 2022 lalu. Namun dengan berbagai alasan, pihak travel menunda jadwal sampai 3 kali.

Load More