PURWASUKA - Pawai perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Karawang akan kembali digelar setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19.
Ketua Umum Yayasan Wihara Darma Prasada Maha Meta, Herry Wiratma mengatakan, pawai perayaan Cap Go Meh akan digelar pada Minggu (5/2/2023) mendatang.
Pada pawai nanti, akan dimeriahkan oleh 50 bio atau kelenteng yang ada di wilayah Karawang.
“Iya perayaan Cap Go Meh tahun 2023 ini kembali dilakukan dengan acara pawai keliling di sejumlah jalan Karawang,” ucapnya, Minggu (29/1/2023).
Dia menerangkan, pawai perayaan ini merupakan hajat atau ruwat bumi dengan beragam kesenian mulai dari kirab budaya, pertunjukan barongsai yang diarak berkeliling.
“Pawai itu juga seperti hajat atau ruwat bumi, nanti akan gotong Tao Pe Kong, Kim Shin, odong-odong, kirab budaya, barongsai, akan diarak keliling Kota Karawang,” ucapnya.
Diterangkannya, pawai perayaan Cap Go Meh sudah dilakukan sejak lama. Bahkan menjadi salah satu agenda pariwisata di Karawang.
“Jadi ini sudah kami lakukan sejak lama, dan selalu menjadi agenda pemerintah daerah Karawang juga. Tapi Imlek tahun 2022 dan 2021 tidak ada karena Covid-19,” katanya.
Herry berharap melalui perayaan Cap Go Meh ini persatuan bisa terus terjalin, ekonomi tumbuh, semua masyarakat bisa rukun damai dan lebih baik lagi di Tahun Kelinci Air ini.
Baca Juga: Mengaku Gantikan Heru Budi hingga Gelar Syukuran, Kasetpres Gadungan Asal Demak Diciduk Polisi
“Memasuki Tahun Kelinci Air berharap masyatakat Karawang rukun damai, ekonominya tetap tumbuh. Selalu menyambut dengan optimisi penuh semangat, tetap jalani dengan rukun dan damai, terhindar dari segala musibah,” pungkasnya mengutip dari Tvberita.co.id.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional