/
Rabu, 15 Februari 2023 | 20:30 WIB
Ilustrasi gudang beras. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

PURWASUKA - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Karawang mengalami kenaikan sejak awal tahun 2023. Penyebabnya karena tingginya harga gabah.

Hal ini diungkap oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Karawang, Asep Hazar. Dia mengatakan, kenaikan harga beras ini tidak disebabkan oleh gagal panen.

Menurutnya, panen saat ini masih terbilang normal. Namun karena faktor tingginya harga gabah sehingga mendongkrak harga beras.

“Tidak ada gagal panen, faktor kenaikan adalah harga gabah yang saat ini mengalami peningkatan,” katanya pada Selasa, 14 Februari 2023.

Pihaknya pun, saat ini tengah berkoordinasi dengan Bulog untuk menekan kenaikan harga beras di pasaran.

“Untuk menekan harga supaya stabil, kita bersama Bulog lakukan penjualan pangan murah yang nantinya akan disebar ke beberapa lokasi,” katanya.

Sementara itu, Khalid pedagang beras di Pasar Johar Karawang mengatakan, harga beras namun tidak signifikan.

Namun demikian, tingginya harga beras sejak awal tahun 2023 dikeluhkan oleh para pembeli. Ini pun berimbas ke penjualan yang turun.

“Beberapa bulan yang lalu harga beras stabil, paling mahal Rp 10.000 sampai Rp 10.500. Beras medium sebelumnya hanya Rp 9.000 sekarang Rp 11.000 per liter,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.

Baca Juga: Kurang Dari Sebulan Dua Anak di Turi Bunuh Diri, Guru Besar UGM Kritik Orang Tua yang Tak Pernah Ngobrol dengan Anak

Namun saat beras Bulog masuk, harga beras sedikit mengalami penurunan.

“Agak turun pas Bulog masuk, harga IR yang sempat mencapai Rp 12.000 per kilogram, terus turun jadi Rp 11.700 per kilogram,” pungkasnya.

Load More