PURWASUKA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang akan menggelar pasar pangan murah pada Maret 2023 mendatang.
Pasar pangan murah ini merupakan upaya untuk menekan kenaikan harga beras di pasaran. Hal ini sampaikan langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, Asep Hazar.
Asep menerangkan, hingga saat ini terdapat 1.300 hektare sawah di Karawang yang sudah panen.
"Hingga awal Februari 2023, sudah ada 1.300 hektare sawah yang panen. Produksinya rata-rata mencapai 6-8 ton gabah per hektare," katanya, Senin, 20 Februari 2023.
Menurut dia, faktor kenaikan beras beberapa waktu lalu bukan karena gagal panen, melainkan karena harga gabah yang sedang tinggi.
"Tidak terdapat kerusakan gabah yang dihasilkan oleh petani. Pemberian pupuk juga sudah ada sistemnya. Faktornya karena harga gabah saat itu mengalami peningkatan," katanya melansir dari Antara.
Dia mengatakan, sebagai upaya menurunkan harga beras, pihaknya telah bekerja sama dengan Bulog untuk melakukan penjualan pangan murah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, Yayat Rohayati, mengatakan saat ini terjadi penurunan harga beras sebesar Rp600.
"Per hari ini, terjadi penurunan harga. Saat ini harganya Rp11.400," katanya.
Baca Juga: Gong Yoo Akan Main di Serial Netflix dengan Rekan Selabel, Fans Sambut Antusias!
Sementara itu, saat dilakukan pengecekan ke tempat penggilingan, ternyata pasokan gabah pada Januari 2023 minim, karena harga gabahnya tinggi.
Atas hal tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kini tengah menyiapkan aksi penjualan pangan murah yang akan dimulai pada Maret 2023.
"Sekarang sedang proses penentuan kemasan beras dan harga. Kita akan matangkan dulu persiapannya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur