PURWASUKA– Instagram SMA Tarakanita 1 Jakarta, tempat Agnes Gracia Haryanto bersekolah kini digembok alias private usai disebut warganet buntut kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo.
Dari penelusuran PURWASUKA, sebelum kasus Mario Dandy Satriyo ini ramai. Instagram SMA Tarakanita 1 Jakarta @smatarakanita1jakarta awalnya tidak private.
Namun, usai kasus penganiayaan Mario Dandy Satriyo ramai hingga viral di media sosial. Instagram SMA Tarakanita 1 Jakarta @smatarakanita1jakarta langsung digembok.
Terlebih banyaknya komentar negatif disampaikan wargaet di kolom komentar Instagram @smatarakanita1jakarta.
Selain Instagram SMA Tarakanita 1 Jakarta, channel YouTube SMA Tarakanita 1 Jakarta @smatarakanita1220 pun kini ditutup, atau semua video yang diunggah di kanal YouTube SMA Tarakanita 1 Jakarta dihapus.
Semua video dan keterangan apapun dalam kanal YouTube SMA Tarakanita 1 seluruhnya dihapus.
Data tersisa dalam kanal kanal YouTube SMA Tarakanita 1 tersebut hanya soal keterangan data bergabung atau pembuatan kanal YouTube SMA Tarakanita 1 yang diketahui sudah dibuat sejak April 2018 dengan 536 subscriber.
Lalu soal keterangan jumlah penonton dalam salah satu video yang pernah diunggah pihak SMA Tarakanita 1 Jakarta. Dalam keterangan tersebut, jumlah penonton salah satu video yang diunggah SMA Tarakanita 1 yakni, 33.270.
Untuk diketahui, Agnes Gracia Haryanto merupakan kekasih dari tersangka kasus penganiayaan atas nama Mario Dandy Satriyo (MDS).
Baca Juga: 11 Wilayah Jawa Barat Ini Berpotensi Diterjang Bencana Hidrometeorologi, Berikut Daftar Wilayahnya
Agnes Gracia Haryanto pun diketahui mantan kekasih dari korban yang saat ini masih koma yakni, Cristalino David Ozora atau sering disebut sebagai David Latumahina.
Dalam kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo, diketahui Agnes Gracia Haryanto masih ditetapkan sebagai saksi belum menjadi terangksa.
Diketahui pula Agnes Gracia Haryanto turut hadir saat peristiwa penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo kepada David Latumahina hingga kondisi korban koma sampai saat ini. ***
Berita Terkait
-
Fakta AG Pacar Mario Dandy Diperiksa Polisi sampai Malam, Jadi Tersangka?
-
Diperiksa Sampai Malam, AG Pacar Mario Dandy Masih Berstatus Saksi Dan Tak Ditahan
-
Anak Polah Bapak Kepradah: Dandy Buat Ulah, Satu Kementerian Kena Getah
-
Umur Sudah 20 Tahun, Mario Dandy Bisa Dijerat UU Perlindungan Anak, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
-
MAKI Dorong Kemenkeu Tak Kabulkan soal Rafael Alun Mundur dari Jabatan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan
-
Genteng Lokal Kian Diburu, UMKM Majalengka Catat Omzet Ratusan Juta
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield