PURWASUKA - Kepolisian Sektor (Polsek) Jatiluhur, Polres Purwakarta melakukan pemeriksaan khusus (Riksus) sejumlah siswa SMP Negeri 1 Jatiluhur yang kedapatan membawa sepeda motor ke sekolah.
Kapolsek Jatiluhur, Kompol Dandan Nugraha Gaos mengatakan, Riksus hasil kerjasama antara polsek JATILUHUR dan pihak untuk mencegah sejumlah siswa yang membawa sepeda motor ke sekolah.
Untuk mengelabui guru, kata Dandan, para siswa memarkir sepeda motor mereka di pekarangan rumah warga di sekitar sekolah.
"Para siswa yang membawa sepeda motor dan menggunakan knalpot racing kemudian dipanggil dan diberikan pembinaan. Petugas juga mengumpulkan sepeda motor milik mereka dan diamankan di Mapolsek Jatiluhur," ucap Dandan, pada Jumat, 10 Maret 2023.
Dalam riksus kali ini, kata Kapolsek, pihaknya mengamankan sebanyak 10 unit kendaraan bermotor yang di gunakan siswa SMPN 1 Jatiluhur.
"Kami mengamankan kendaraan milik siswa SMPN 1 Jatiluhur. Apabila akan mengambil Kendaraan tersebut para siswa harus didampingi orang tua dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan serta membawa knalpot standar, Helm dan plat nomor asli," tegas Dandan.
Dandan menyebut, penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur seperti pelajar SMP dinilai menimbulkan banyak dampak negatif. Selain rawan kecelakaan, juga rentan terjadi pencurian motor karena kendaraan diparkir sembarangan.
“Dengan memarkirkan sepeda motor secara sembarangan, selain dapat menimbulkan keresahan warga juga berpotensi mengundang terjadinya kasus curanmor,” ucapnya.
Dandan menyarankan kepada orang tua untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anaknya yang belum memiliki SIM.
Baca Juga: Pemotor di Purwakarta Tabrak Penyebrang Jalan, Akibatkan Korban Alami Luka Begini
"Kami mengimbau para orang tua siswa ikut mendidik anak dalam mengendarai motor. Kalau belum punya SIM, jangan bawa kendaraan dulu. Kami minta masyarakat paham dan mengikuti peraturan yang berlaku,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
5 Pelembap Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review Jujur Pengguna
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kematian Steven Arya di Langkat
-
Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Review Serial I Will Find You: Sebuah Misteri Pelarian Emosional Sang Ayah
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda