- Tim penyelamat mengevakuasi 19 jenazah dari bangunan Karam di Gaza City setelah pencarian empat hari.
- Kurangnya alat berat dan ketergantungan pada peralatan sederhana membuat proses evakuasi berjalan sangat lambat.
- Lebih dari 8.000 orang dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun reruntuhan di seluruh wilayah Gaza.
Suara.com - Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 19 jenazah dari reruntuhan sebuah bangunan tempat tinggal yang hancur di Gaza City.
Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, menurut pernyataan otoritas pertahanan sipil setempat.
Proses evakuasi berlangsung selama empat hari berturut-turut di bangunan yang bernama Karam di wilayah barat Gaza.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya panjang dan lambat untuk menemukan korban yang masih tertimbun di bawah puing-puing.
Koordinator evakuasi, Mohammed Abu Dan, mengatakan tim kini akan berpindah ke lokasi lain untuk melanjutkan pencarian.
“Pekerjaan di lokasi ini telah selesai setelah empat hari pencarian intensif,” ujarnya dinukil dari Aljazeera.
Minimnya alat berat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
Petugas terpaksa mengandalkan peralatan sederhana dan tenaga manual untuk memindahkan beton-beton besar sisa serangan.
“Tanpa alat berat, proses ini sangat lambat dan melelahkan,” kata seorang petugas pertahanan sipil.
Baca Juga: Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 8.000 orang masih hilang dan diduga tertimbun reruntuhan di seluruh wilayah tersebut.
Angka ini menunjukkan besarnya skala kehancuran yang masih menyisakan duka mendalam.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober tahun lalu, sedikitnya 1.254 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 4.100 lainnya terluka.
Selain itu, 804 jenazah telah berhasil dievakuasi dari bawah puing.
Secara keseluruhan, jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 telah melampaui 73.300 orang, dengan lebih dari 174.000 korban luka.
Data ini memperlihatkan dampak kemanusiaan yang sangat besar dari konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pemakaman massal juga digelar di Gaza City untuk 112 korban dari dua keluarga yang jenazahnya ditemukan dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan pada November 2023.
Berita Terkait
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Empat Hari Menggali Tanpa Bantuan Alat Berat, 19 Jenazah Perempuan Anak Ditemukan di Gaza
-
Beli Sepeda Motor Yamaha Baru, Dapat Cashback dan Cicilan 0 Persen dari BRI!
-
10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
-
Cara Buat QRIS Lewat Aplikasi BRImerchant
-
Deretan Fakta Sekolah Islam Harapan Ibu: Warisan Wapres sampai Pinjam Uang Demi Lapangan Padel
-
Bank Jakarta Resmi Ganti Alamat Situs, Dorong Transformasi Digital
-
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan
-
BRI Bebaskan Biaya Potongan QRIS (MDR 0%) Lewat BRImerchant, Ini Caranya
-
AC Milan Digilas Chelsea 0-3, Ruben Amorim Singgung Suporter Indonesia
-
Indonesia Butuh Industri Alat Kesehatan, Bukan Sekadar Pasar Impor