News / Internasional
Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Sebuah bangunan hancur di kawasan Gaza Palestina (news of Bahrain)
Baca 10 detik
  • Tim penyelamat mengevakuasi 19 jenazah dari bangunan Karam di Gaza City setelah pencarian empat hari.
  • Kurangnya alat berat dan ketergantungan pada peralatan sederhana membuat proses evakuasi berjalan sangat lambat.
  • Lebih dari 8.000 orang dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun reruntuhan di seluruh wilayah Gaza.

Suara.com - Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 19 jenazah dari reruntuhan sebuah bangunan tempat tinggal yang hancur di Gaza City.

Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, menurut pernyataan otoritas pertahanan sipil setempat.

Proses evakuasi berlangsung selama empat hari berturut-turut di bangunan yang bernama Karam di wilayah barat Gaza.

Operasi ini menjadi bagian dari upaya panjang dan lambat untuk menemukan korban yang masih tertimbun di bawah puing-puing.

Koordinator evakuasi, Mohammed Abu Dan, mengatakan tim kini akan berpindah ke lokasi lain untuk melanjutkan pencarian.

Universitas Islam Gaza (Al Jazeera)

“Pekerjaan di lokasi ini telah selesai setelah empat hari pencarian intensif,” ujarnya dinukil dari Aljazeera.

Minimnya alat berat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.

Petugas terpaksa mengandalkan peralatan sederhana dan tenaga manual untuk memindahkan beton-beton besar sisa serangan.

“Tanpa alat berat, proses ini sangat lambat dan melelahkan,” kata seorang petugas pertahanan sipil.

Baca Juga: Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 8.000 orang masih hilang dan diduga tertimbun reruntuhan di seluruh wilayah tersebut.

Angka ini menunjukkan besarnya skala kehancuran yang masih menyisakan duka mendalam.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober tahun lalu, sedikitnya 1.254 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 4.100 lainnya terluka.

Selain itu, 804 jenazah telah berhasil dievakuasi dari bawah puing.

Secara keseluruhan, jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 telah melampaui 73.300 orang, dengan lebih dari 174.000 korban luka.

Data ini memperlihatkan dampak kemanusiaan yang sangat besar dari konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, pemakaman massal juga digelar di Gaza City untuk 112 korban dari dua keluarga yang jenazahnya ditemukan dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan pada November 2023.

Load More