/
Sabtu, 11 Maret 2023 | 07:36 WIB
Ilustrasi sawah terendam banjir. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

PURWASUKA - Hujan deras hingga menyebabkan banjir di Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu mengakibatkan dampak buruk pada sektor pertanian. Banyak sawah yang terendam banjir hingga menyebabkan gagal panen.

Berdasarkan catatan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Karawang lahan sawah yang terendam banjir mencapai 8.865,20 hektare. Kemudian, data menyebutkan bahwa pada 8 Maret 2023 lahan tersebut mengalami gagal panen.

Kepala Bidang Perkebunan dan Perlindungan Tanaman DPKP Karawang, Dadan Danny mengatakan, lahan sawah yang mengalami gagal panen tersebar sejumlah kecamatan di karawang.

Sambungnya, namun yang paling banyak sawah gagal panen ada di tiga kecamatan yakni Cilebar, Cilamaya Kulon dan Tempuran.

“Dari 30 kecamatan, ada 3 kecamatan yang paling terkena dampak. Cilebar, Cilamaya Kulon sama Tempuran terdampak puso semai tanam,” katanya pada Jumat, 10 Maret 2023.

Dia merincikan gagal panen di Kecamatan Cilebar persemaian 2.106 hektare, pertanaman 379 hektare. Kecamatan Cilamaya Kulon Persemaian 1.426, Pertanaman 596 hektare. Kecamatan Tempuran persemaian 240 hektare, pertanaman 896 hektare.

Secara keseluruhan, luasan sawah di Karawang dalam survei terbaru tercatat seluas 101.143,40 hektare. Ada 12.609,10 hektare sawah tergenang, 8.865,20 hektare puso (rusak) dan 3.743,90 hektare dalam kondisi aman.

Dadan mengaku, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap petani yang merugi gagal panen akibat banjir. 

Dikatakannya, pendataan ini dilakukan untuk usulan pengajuan bibit benih ke Kementerian Pertanian bagi petani yang merugi akibat bencana banjir.

Baca Juga: Perhatian Warga Karawang! Ada Loker Untuk 100 Perempuan di Bank Syariah, Cek Syarat dan Cara Daftarnya Disini

“Kita akan ajukan benih juga nanti ke Kementerian Pertanian,” ucapnya mengutip dari Tvberita.co.id.

Dia berharap, para petani yang sawahnya gagal panen bisa tegar dengan kondisi tersebut. Namun ia mengimbau agar petani bisa mengajukan diri menerima bantuan apabila tergabung dalam kelompok dan sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Managemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

“Mudah-mudahan petani tidak larut merasa kecewa, harus tetap tegar dengan kondisi saat ini. Petani bisa mendapatkan bantuan apabila tergabung dalam kelompok dan sudah terdaftar simluhtan,” pungkasnya.

Load More