PURWASUKA - Tiga kemenangan beruntun Borneo FC Samarinda, membuat posisi di klasemen sementara terdongkrak. Ya, Borneo FC kini nangkring di peringkat empat dengan koleksi 50 angka. Kini masih ada lima laga sisa yang akan dijalani Pesut Etam menuju akhir musim.
Koleksi 9 angka di tiga laga terakhir, membuat keyakinan para pemain kian meningkat untuk menuntaskan setiap pertandingan dengan kemenangan. Terlebih di partai teranyar di Stadion Segiri, Borneo FC berpesta saat mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 6-1.
M Sihran Amarullah, sayap mungil milik Pesut Etam mengaku, kemenangan atas PSIS menebalkan keyakinan untuk menuntaskan kompetisi di posisi lebih baik.
"Kemenangan atas PSIS memang membuat kami semua suporter bahagia. Kemenangan yang sekaligus menebalkan keyakinan kalau kami bisa menyelesaikan kompetisi dengan hasil terbaik," ujar Sihran kemarin.
Sihran sendiri punya kontribusi cukup besar dalam dua laga terakhir di kandang. Sebab selain jadi pembongkar pertahanan lawan, Sihran juga mencetak gol kala bertemu Persija Jakarta dan PSIS. Namun Sihran tetap membumi. Ia menyebut gol darinya berkat kerja keras seluruh pemain di lapangan.
"Gol beruntun dua kali terakhir ini karena kerja keras semua pemain, bukan saya pribadi. Ini gol untuk seluruh orang yang tak lelah mendukung kami selama kami mengarungi musim ini," ujarnya.
Menurutnya, tiga kemenangan terakhir setelah dikalahkan Bhayangkara FC harus dilanjutkan. Sebab lawan-lawan terdekat tak kalah sulitnya untuk ditaklukan. Borneo FC seperti diketahui bertemu PSS Sleman dan Arema FC dalam sepekan ke depan.
"Setelah ini tantangannya tak kalah berat. Kami bakal tanding 2 kali di laga away. Pastinya kami berharap poin penuh kembali bisa diraih," harap Sihran.***
Baca Juga: 5 Perubahan Kecil yang Berdampak Besar dalam Buku Atomic Habits
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026